"Tapi, ketika pelajaran sudah mulai, maka kelas 3 belajar di luar dan kelas 2 di dalam kelas," lanjutnya.
Hingga saat ini, SDN Tando yang berdiri sejak 2014 memiliki total 68 siswa. Bangunan berbahan seng yang ada merupakan hasil swadaya masyarakat setempat yang terakhir kali diperbaiki pada 2016 silam.
Baca Juga: Viral WNA Italia Tampar Warga Denpasar, Konflik Suara Dapur Berujung Kekerasan dan Trauma
Jika cuaca cerah, belajar di bawah pohon menjadi solusi, namun jika hujan tiba, para siswa harus berebut ruang atau menunggu hingga kelas lain selesai.
Pemandangan ini memicu gelombang keprihatinan di media sosial terkait belum meratanya pembangunan sarana ruang kelas yang layak di daerah terpencil.
Banyak pihak menyayangkan bahwa di tengah modernisasi, masih ada anak bangsa di Manggarai Barat yang harus berjuang melawan debu dan cuaca demi mendapatkan hak dasar mereka untuk belajar.***
Artikel Terkait
Viral Penutupan Jalan di Perum Sidokare Sidoarjo, Klaim Akses Pribadi Picu Protes Warga soal Fasum
Viral Kebakaran Motor di SPBU Semarang, Yamaha Fiz R Hangus Usai Isi BBM, APAR Diduga Telat Digunakan
Angin Kencang Terjang Gading Serpong: Tenda Bazar Roboh Hingga Dagangan UMKM Berhamburan, Viral di Medsos!
Jembatan Cirahong Gelap Gulita Usai Isu Pungli Viral, Dedi Mulyadi Ancam Pidana dan Janji Pasang Lampu Estetik
Viral Atap Terminal 3 Bandara Soetta Jebol, Calon Penumpang ke Singapura Kaget Bukan Main
Bos BGN Bongkar Fakta Pengadaan Motor Operasional MBG yang Viral di Media Sosial, Bukan 70 ribu unit! Tapi...