TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Tasikmalaya kini tengah mendapat sorotan tajam. Fokus utama tertuju pada kelayakan dapur produksi, di mana ditemukan fakta bahwa dua SPPG di Kota Tasikmalaya terpaksa dihentikan operasionalnya untuk sementara waktu.
Langkah tegas ini diambil lantaran kedua unit tersebut belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Padahal, dokumen tersebut merupakan standar mutlak yang harus dipenuhi untuk menjamin keamanan pangan yang didistribusikan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. H Asep Hendra Hendriana, mengungkapkan bahwa kendala di lapangan ternyata jauh lebih kompleks daripada sekadar urusan administratif.
Baca Juga: Penanganan Sampah di Kota Tasikmalaya Belum Maksimal, Sampah Lebaran Masih Menumpuk di Jalan Paseh
Berdasarkan evaluasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) pada Jumat, 10 April 2026, ditemukan banyak aspek teknis yang tidak memenuhi kriteria.
"Masih banyak permasalahan ditemukan di lapangan seperti alur makanan tak jelas, fasilitas petugas belum memadai, hingga peralatan yang belum sesuai standar," ujar Asep.
Berdasarkan data terbaru, dari total 115 SPPG di Kota Tasikmalaya, baru 54 unit yang dinyatakan benar-benar lolos verifikasi.
Baca Juga: Tanpa Bantuan Jabar, Anggaran Kota Tasikmalaya Menyusut Jadi Rp1,4 Triliun
Meskipun terdapat 86 unit yang sudah mengajukan proses Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, sebagian besar masih tertahan karena gagal memenuhi kriteria kelayakan saat dilakukan peninjauan fisik dan prosedur.
Salah satu temuan yang paling mengkhawatirkan adalah terkait kualitas air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.
Di beberapa titik, hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kandungan mikroorganisme berbahaya pada sumber air yang digunakan oleh pengelola dapur.
Asep memaparkan bahwa intervensi telah dilakukan, namun hasilnya belum maksimal. “Ada yang harus diulang sampai dua atau tiga kali treatment, tapi mikroorganismenya tetap ada,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Viral menu rapelan MBG di Sleman, beda porsi dan harga jadi sorotan jelang libur sekolah
Viral Konten MBG Cilacap Bandingkan Palestina, Ustaz Hilmi Soroti Tone Deaf dan Minta Fokus Gizi Anak Indonesia
Viral SPPG Bantar Jaya 02 Cuci Ayam MBG di Tempat Wudu Masjid, Klarifikasi Ungkap Alasan Mendesak
Viral SPPG Sidanegara 2 Cilacap Bandingkan MBG dan Palestina, Konten Tuai Kecaman hingga Klarifikasi
Viral Mitra MBG Joget-joget Disorot, Insentif Rp6 Juta per Hari Picu Polemik, Hendrik Irawan Ambil Langkah Ini
Viral Mitra MBG Joget-joget Disorot, Insentif Rp6 Juta Disinggung, Lita Gading Semprot Keras, Begini Kronologinya
Viral MBG Hendrik Irawan Klarifikasi Insentif Rp6 Juta, Ngaku Belum Balik Modal Bangun SPPG Rp3,5 Miliar
SPPG Dibekukan Usai Video Viral Pria Joget di Dapur MBG, Wakil Kepala BGN Tegaskan Bukan Bisnis Komersial
Viral Pemilik SPPG Bengkulu Serang Netizen Usai Kasus Joget Rp6 Juta, Program MBG Kembali Disorot
Bos BGN Bongkar Fakta Pengadaan Motor Operasional MBG yang Viral di Media Sosial, Bukan 70 ribu unit! Tapi...