TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Peringatan Hari Bumi 2026 di Kota Tasikmalaya tahun ini diwarnai kritik terbuka terhadap kondisi lingkungan yang kian mengkhawatirkan.
Melalui kegiatan bertajuk “Ngarumat Hulu Cai”, masyarakat tidak hanya menggelar seremoni, tetapi juga menyuarakan kegelisahan atas rusaknya kawasan hulu sebagai sumber kehidupan.
Panitia kegiatan, Pongkir Wijaya menegaskan, kondisi lingkungan di wilayah hulu saat ini menunjukkan tanda-tanda penurunan serius.
Mulai dari berkurangnya tutupan vegetasi, melemahnya daya serap tanah, hingga menurunnya debit mata air menjadi indikator nyata yang tak bisa diabaikan.
“Krisis ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Ini akumulasi dari pembiaran dan lemahnya komitmen dalam menjaga lingkungan. Jika tidak ada langkah tegas, maka krisis air hanya tinggal menunggu waktu,” ujar Pongkir Wijaya.
Ia menilai, persoalan tersebut tidak lepas dari lemahnya tata kelola lingkungan, termasuk alih fungsi lahan yang tidak terkendali serta minimnya pengawasan terhadap kawasan resapan.
Selain itu, kebijakan dan alokasi anggaran dinilai belum sepenuhnya berpihak pada upaya pelestarian lingkungan.
Menurut Pongkir Wijaya, pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif, perlu melakukan evaluasi serius dan tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial tahunan.
“Kami mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret dan terukur dalam melindungi kawasan hulu,” tambahnya.
Kegiatan Ngarumat Hulu Cai sendiri tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga gerakan moral yang memadukan nilai spiritual, kearifan lokal, dan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Filosofi Sunda yang diangkat dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya menjaga alam sebagai sumber kehidupan.
Adapun rangkaian kegiatan meliputi kirab budaya keliling kota, doa dan ritual adat, aksi bersih kawasan hulu mata air, ritual tanam, hingga pertunjukan seni budaya.
Artikel Terkait
Dicky Chandra Hadiri Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya 2025, Malam Puncak Penghormatan bagi Para Maestro Seni
Rukmini Yusuf dan Teater Dongkrak Raih Anugerah Budaya 2025, Jejak Panjang Dedikasi Seni di Kota Tasikmalaya
Deretan Penerima Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya, Bukti Konsistensi DKKT Merawat Seni Daerah
Apresiasi Anggota DPRD Kepler Sianturi, DKKT Konsisten Jaga Denyut Seni dan Budaya Kota Tasikmalaya
Kekuatan Seni dan Budaya Penjaga Tata Nilai yang Mulai Terkikis, Ketua DKKT Tatang Pahat Bicara Lantang
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Lepas Kontingen Seni Tasikmalaya ke Thailand Culture Exchange Festival 2026
Sanggar Seni Dewa Motekar Penuhi Undangan Kerajaan Thailand, Tampil di Festival Cultural Exchange dengan Dana Pribadi
Puluhan Sanggar Seni Se-Jabar Ramaikan Pasanggiri Jaipongan Piala Wali Kota Tasikmalaya