Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, di kawasan Mata Air Gedong Cai, Gunung Kokosan, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.
Melalui momentum ini, Pongkir Wijaya menekankan, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab masyarakat, tetapi juga negara.
Ia berharap peringatan Hari Bumi tidak berhenti sebagai simbol, melainkan menjadi titik awal perubahan nyata.
“Alam bukan milik kita, kita hanya menitip. Kalau hari ini diabaikan, maka yang diwariskan bukan keberlanjutan, melainkan krisis,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Dicky Chandra Hadiri Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya 2025, Malam Puncak Penghormatan bagi Para Maestro Seni
Rukmini Yusuf dan Teater Dongkrak Raih Anugerah Budaya 2025, Jejak Panjang Dedikasi Seni di Kota Tasikmalaya
Deretan Penerima Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya, Bukti Konsistensi DKKT Merawat Seni Daerah
Apresiasi Anggota DPRD Kepler Sianturi, DKKT Konsisten Jaga Denyut Seni dan Budaya Kota Tasikmalaya
Kekuatan Seni dan Budaya Penjaga Tata Nilai yang Mulai Terkikis, Ketua DKKT Tatang Pahat Bicara Lantang
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Lepas Kontingen Seni Tasikmalaya ke Thailand Culture Exchange Festival 2026
Sanggar Seni Dewa Motekar Penuhi Undangan Kerajaan Thailand, Tampil di Festival Cultural Exchange dengan Dana Pribadi
Puluhan Sanggar Seni Se-Jabar Ramaikan Pasanggiri Jaipongan Piala Wali Kota Tasikmalaya