"Krisis ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Ini adalah akumulasi dari pembiaran dan lemahnya komitmen. Jika tidak ada langkah tegas, maka risiko krisis air akan menjadi kenyataan," ujarnya.
Dalam konteks ini, masyarakat mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya hadir dalam seremoni, tetapi mengambil langkah nyata dan terukur dalam melindungi kawasan hulu.
Baca Juga: Menjemput Oktober dengan Spirit Sejarah, DKKT Tasikmalaya Gagas 'Situ Gede Art Festival'
"Kegiatan Ngarumat Hulu Cai ini bukan sekadar agenda budaya, tetapi gerakan moral yang menggabungkan nilai spiritual, kearifan lokal, dan aksi nyata dalam menjaga sumber air.
Pepatah Sunda menegaskan, "Cai lain saukur ngalir, tapi ngalantarankeun kahirupan," ucapnya.
Ia juga menyebut, air bukan sekadar sumber daya, melainkan amanah kehidupan yang harus dijaga bersama.
Atas kondisi tersebut kata dia, Ngarumat Gedong Cai bertujuan menghidupkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga sumber air, melestarikan nilai kearifan lokal sebagai pedoman moral, mendorong aksi nyata dalam pelestarian lingkungan serta membangun harmoni antara manusia, alam, dan nilai spiritual.
Ditegaskan Tatang, Ngarumat Hulu Cai menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab masyarakat, tetapi juga tanggung jawab negara.
"Sekali lagi Hari Bumi harus menjadi momentum perubahan, bukan sekadar peringatan simbolik. Jika hari ini diabaikan, maka yang akan diwariskan bukan keberlanjutan melainkan krisis, "Katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Raden Dicky Candranegara mengatakan pihaknya atas nama pemerintah Kota Tasikmalaya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan Ngarumat Hulu Cai dalam rangka peringatan Hari Bumi tahun 2026.
Menurutnya pemerintah akan selalu mendukung setiap kegiatan yang dilakukan masyarakat yang dapat memberikan manfaat kepada pemerintah dan masyarakat Kota Tasikmalaya.
"Apalagi saya akui dari kondisi financial pemkot Tasikmalaya yang saat ini sedang tidak baik, kemandirian dari masyarakat sangat dibutuhkan," ujar Dicky.
Kegiatan seperti itu lanjut Dicky, tentu saja sangat positif, selain dalam upaya melestarikan budaya dan kearifan lokal Sunda, juga akan terafiliasi terhadap meningkatnya kunjungan ke Kota Tasikmalaya sehingga dampaknya akan menghidupkan sektor ekonomi terkait dan secara tidak langsung akan berkontribusi pada peningkatan PAD Kota Tasikmalaya.
Artikel Terkait
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Tekankan Peran Vital Seniman dalam Pemilihan Ketua DKKT 2025-2030
Satu Dekade DKKT, Menjaga Napas Kesenian Tasikmalaya di Tengah Badai Tantangan
Kekuatan Seni dan Budaya Penjaga Tata Nilai yang Mulai Terkikis, Ketua DKKT Tatang Pahat Bicara Lantang
Ketika Kebudayaan Diperdebatkan, DKKT Tasikmalaya Memilih Jalan Dialog
Raker di Alam Terbuka, DKKT Kota Tasikmalaya Perkuat Komitmen Bangun Khazanah Seni Budaya
Menjemput Oktober dengan Spirit Sejarah, DKKT Tasikmalaya Gagas 'Situ Gede Art Festival'