Teror Orderan Fiktif Ambulans di Sleman Makin Meresahkan, Dijadikan Alat Tagih Utang oleh Debt Collector Pinjol

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Jumat, 24 April 2026 | 09:10 WIB
Layanan kesehatan darurat dipermainkan! Ambulans di Sleman kena orderan fiktif dari debt collector pinjol.  (Instagram /merapi_uncover - freepik/rawpixel.com)
Layanan kesehatan darurat dipermainkan! Ambulans di Sleman kena orderan fiktif dari debt collector pinjol. (Instagram /merapi_uncover - freepik/rawpixel.com)

Baca Juga: Film Kupilih Jalur Langit Tayang Perdana Hari Ini, Rahasia Kelam di Balik Perjodohan Zee Asadel dan Emir Mahira

"Bapak udah ketemu Bu Yuni? Itu bapak ketemu Bu Yuni, bapak minta untuk bayar uang pinjolnya. Pak ini perintah ya, bapak sekarang angkut Bu Yuni, kasih surat untuk melunasi utang pinjolnya," ucap pria tersebut.

Pelaku bahkan sempat menjanjikan biaya operasional kendaraan akan dibebankan kepada pihak yang ditagih.

"Bapak tanya ke Yuni, nanti uang ongkos minta ke Yuni. Pak ini perintah ya, Pak," lanjutnya.

Baca Juga: Bisnis Sabu Ratusan Juta Dibongkar, Pasutri di Tasikmalaya Terancam 20 Tahun Penjara

Catatan Buruk dan Desakan Tindakan Tegas

Fenomena ini ternyata bukan merupakan peristiwa tunggal. Aziz membeberkan bahwa dirinya dan tim sudah berulang kali terjebak dalam skema manipulasi serupa yang dilakukan demi kepentingan tagih utang pinjaman ilegal.

Rentetan orderan fiktif ambulans ini telah membuang waktu serta sumber daya yang seharusnya bisa digunakan untuk menyelamatkan nyawa pasien asli.

"Sudah ketipu 3 kali, satu order pengantaran pemakaman tapi orangnya nggak ada, di daerah Condongcatur utara terminal. Terus kedua, penjemputan pasien stroke, orangnya udah pindah," jelas Aziz.

Baca Juga: Gedong Cai Gunung Kokosan Jadi Rebutan, Pimpinan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Saling Klaim Wilayah

Keresahan kian memuncak karena penggunaan layanan kesehatan sebagai instrumen teror pinjol sudah merambah ke sektor lain seperti pemadam kebakaran dan jasa pengantaran galon.

Aziz dan rekan-rekan relawan kini menaruh harapan besar pada aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas identitas para pelaku di balik layar.

"Terus ini penjemputan pasien emergency buat nganterin ke RS Panti Rapih dari Condongcatur dan semuanya pinjol," sambungnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X