Bupati Tasikmalaya Pacu Inovasi Desa Cantik dan Sensus Ekonomi 2026 dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 27 April 2026 | 22:22 WIB
Prosesi pelepasan balon oleh Bupati Tasikmalaya bersama unsur Forkopimda sebagai simbolis dimulainya Sensus Ekonomi 2026, di halaman Setda, Senin (27/4/2026). (Dok. Kominfo)
Prosesi pelepasan balon oleh Bupati Tasikmalaya bersama unsur Forkopimda sebagai simbolis dimulainya Sensus Ekonomi 2026, di halaman Setda, Senin (27/4/2026). (Dok. Kominfo)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memperkuat kemandirian wilayah melalui pengelolaan data yang akurat dan inovatif. Semangat ini menjadi inti dari peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 yang dipusatkan di Halaman Sekretariat Daerah, Senin (27/04/2026).

Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyoroti bahwa kebebasan daerah dalam mengelola rumah tangga sendiri harus berujung pada kesejahteraan masyarakat.

Mengutip amanat Menteri Dalam Negeri, Bupati Cecep Nurul Yakin menekankan bahwa inovasi adalah kunci dalam memaksimalkan potensi ekonomi daerah.

Baca Juga: Galunggung Bangkit dari Luka, MOG 2026 Tegaskan Transformasi Bencana Jadi Daya Wisata

"Otonomi daerah memberikan ruang bagi daerah untuk berinovasi dan mengembangkan potensi lokal. Namun, pelaksanaannya harus tetap berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Bupati Cecep.

Sebagai langkah konkret dalam menerjemahkan semangat otonomi tersebut, pemerintah daerah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) meresmikan Program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik.

Program ini dirancang untuk mengubah pola pikir aparatur desa dari sekadar pengumpul angka menjadi pengolah strategi pembangunan yang berbasis fakta.

Baca Juga: 15 Tahun, Bank Artha Galunggung Mampu Menjadi BUMD Penyumbang PAD Terbesar di Kabupaten Tasikmalaya

"Program ini bertujuan meningkatkan literasi statistik agar aparatur desa tidak hanya mengumpulkan, tetapi juga mampu mengolah dan memanfaatkan data untuk perencanaan pembangunan yang tepat sasaran," lanjut Bupati Cecep.

Untuk tahun 2026, Desa Cantik mulai diimplementasikan di tiga lokasi percontohan, yakni Desa Papayan (Jatiwaras), Desa Cintaraja (Singaparna), dan Desa Jatihurip (Cisayong). Kehadiran program ini diharapkan menjadi mesin penggerak inovasi data desa yang terintegrasi.

Tak hanya di level desa, pemetaan makro juga mulai digulirkan melalui pelepasan balon yang menandai dimulainya Sensus Ekonomi 2026.

Baca Juga: Gedong Cai Gunung Kokosan Jadi Rebutan, Pimpinan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Saling Klaim Wilayah

Langkah besar ini diambil untuk memotret secara utuh potensi ekonomi daerah, terutama pada sektor UMKM dan ekonomi kreatif yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan piagam penghargaan pengawasan kearsipan internal serta penandatanganan komitmen bersama demi mewujudkan tata kelola data yang transparan. Seluruh upaya ini bermuara pada visi Satu Data Indonesia di Kabupaten Tasikmalaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X