CILACAP, Mediapriangan.com - Kasus bullying remaja putri di Cilacap tengah menjadi perhatian publik setelah dua video dugaan perundungan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat aksi kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah remaja perempuan terhadap korban yang masih berusia anak.
Polresta Cilacap memastikan kedua video viral tersebut berkaitan dengan peristiwa yang melibatkan pelaku dan korban yang sama. Saat ini, penyidik melalui Unit PPA Polresta Cilacap masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi.
Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Soecahyo mengatakan, penanganan kasus bullying remaja putri tersebut telah dilakukan setelah pihaknya menerima informasi terkait video yang ramai diperbincangkan masyarakat.
Baca Juga: Iming-iming Untung dari Titip Limit Paylater Berujung Petaka, Kerugian Korban Tembus Rp500 Juta
“Sudah ditangani Unit PPA, kemarin ke rumah korban didampingi pak Bhabin Karangtalun. Hasil koordinasi Kanit Reskrim ke Unit PPA, 2 video di atas adalah kejadian dengan pelaku dan korban yang sama, TKP yang berbeda,” ujar Ipda Galih Soecahyo kepada awak media pada Rabu, 5 Agustus 2026.
“Sekarang dalam proses pemanggilan saksi dan lain-lain,” imbuhnya.
Dua Video Bullying Remaja Putri dengan Pelaku dan Korban Sama
Kasus video viral tersebut mencuat setelah beredar dua rekaman berbeda yang memperlihatkan dugaan tindakan bullying remaja putri di wilayah Cilacap.
Video pertama berdurasi sekitar 1 menit 30 detik. Dalam rekaman itu, seorang remaja perempuan terlihat mendapatkan perlakuan kasar berupa jambakan dan tamparan dari beberapa remaja perempuan lainnya.
Dalam video yang beredar melalui akun Instagram @infocilacap24jam, terdengar dugaan alasan aksi tersebut berkaitan dengan persoalan hubungan asmara.
“Kalau tau punya salah ya diam, nangis terus. Ya lebih sakit orang yang dirusak hubungannya sama difitnah,” ujar terduga pelaku kepada korban.
Sementara itu, korban dalam rekaman tersebut terlihat menangis dan mengikuti perkataan pelaku. Korban juga sempat terdengar mengeluhkan rasa sakit setelah mendapatkan perlakuan fisik.
Artikel Terkait
dr Elda Putri Rahardini Viral usai Komentar Menghina Pasien BPJS, Simak Profil dan Jejak Prestasinya
dr Gia Pratama Ingatkan Nakes usai Polemik Pasien BPJS, Sebut Jas Putih Harus Jadi Penetral Emosi
Dokter Tamara Jasmine Disorot usai Komentar soal Pasien BPJS, RSUP Persahabatan Tegaskan Bukan Pegawai
Kebakaran Gunung Bromo Meluas hingga 70 Hektare, Jalur Malang-Lumajang Ditutup Sementara
Dokter Tamara Jasmine Akhirnya Minta Maaf soal Komentar Pasien BPJS, Sebut Tulisannya Murni Opini Pribadi
10 Pekerja Dievakuasi dari Gedung Terbakar di Menteng, Damkar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa