Tragedi Gerbong Perempuan di Stasiun Bekasi Timur: Investigasi KNKT dan Dugaan Gangguan Sinyal Maut

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 28 April 2026 | 22:29 WIB
Duka di jam sibuk, KA Argo Bromo hantam gerbong perempuan KRL di Stasiun Bekasi Timur. 14 nyawa melayang, tim investigator mulai telusuri penyebabnya. (Instagram/didi_w88)
Duka di jam sibuk, KA Argo Bromo hantam gerbong perempuan KRL di Stasiun Bekasi Timur. 14 nyawa melayang, tim investigator mulai telusuri penyebabnya. (Instagram/didi_w88)

 

 

BEKASI, Mediapriangan.com - Operasi pencarian dan pertolongan dalam insiden memilukan di Stasiun Bekasi Timur resmi berakhir pada Selasa siang.

Kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo dan rangkaian KRL Commuter Line pada jam pulang kerja tersebut menyisakan duka mendalam, terutama bagi para pejuang transportasi publik di ibu kota.

Fakta memilukan terungkap saat proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan. Akibat hantaman keras pada bagian belakang KRL yang sedang berhenti, area gerbong perempuan menjadi titik paling terdampak hingga mengalami kerusakan struktural yang parah.

Baca Juga: Kronologi Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Ini Kesaksian Penumpang KA Argo Bromo saat Detik-detik Tabrak KRL

Kepala Basarnas, Mayjen M Syafii, mengonfirmasi bahwa seluruh jenazah yang berhasil dikeluarkan dari reruntuhan kereta adalah wanita. Data terbaru mencatat sebanyak 14 korban meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka dalam tragedi tersebut.

"100 persen yang kita evakuasi (korban) perempuan," ungkapnya.

Syafii menyatakan bahwa fokus timnya telah tuntas di lapangan setelah memastikan tidak ada lagi penumpang yang terjepit di antara badan KA Argo Bromo maupun rangkaian KRL.

"Proses evakuasi sudah selesai. Seluruh tim SAR kita nyatakan, kita kembalikan ke home base masing-masing," tambah Syafii.

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama Bank BJB, Targetkan Take Over Pinjol untuk Bantu Petani dan Nelayan

Di balik kronologi kejadian, muncul dugaan kuat mengenai adanya malafungsi pada sistem pengaturan lalu lintas kereta di area Stasiun Bekasi Timur.

Sebelum KA Argo Bromo menghantam KRL dari belakang, jalur tersebut dilaporkan tengah mengalami kendala akibat adanya taksi yang tertemper kereta lain di perlintasan terdekat.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mensinyalir adanya gangguan teknis pada infrastruktur persinyalan yang membuat tabrakan tersebut tidak terhindarkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X