TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Nuansa kebersamaan dan filantropi Islam kental terasa di Kecamatan Jamanis pada akhir pekan ini. Melalui agenda Halal Bihalal yang dikemas dalam bentuk Tabligh Akbar, masyarakat setempat bersama MWCNU menunjukkan aksi nyata dalam memperkuat jalinan sosial melalui pembagian bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Hadir di tengah ribuan jamaah, Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al Ayubi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang memadukan syiar agama dengan misi kemanusiaan tersebut.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan santunan yang ditujukan khusus bagi anak-anak yatim piatu serta kaum jompo di wilayah tersebut.
Baca Juga: 15 Tahun, Bank Artha Galunggung Mampu Menjadi BUMD Penyumbang PAD Terbesar di Kabupaten Tasikmalaya
Aksi santunan ini dipandang sebagai refleksi dari nilai-nilai ukhuwah yang tidak hanya berhenti pada retorika, tetapi menyentuh langsung aspek kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung MWCNU Jamanis pada Minggu, 26 April 2026, tersebut juga menjadi ruang refleksi pasca-Lebaran bagi warga Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tasikmalaya menggarisbawahi bahwa kekuatan sebuah daerah terletak pada tingginya rasa kepedulian antar sesama. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan selalu memberikan dukungan penuh terhadap aktivitas positif yang mampu menciptakan harmoni sosial.
Baca Juga: Gedong Cai Gunung Kokosan Jadi Rebutan, Pimpinan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Saling Klaim Wilayah
"Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus mendorong kegiatan keagamaan dan sosial sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya," ungkapnya di hadapan para tokoh agama dan jamaah yang hadir.
Acara Tabligh Akbar ini pun semakin khidmat dengan adanya siraman rohani dari KH Asep Hidayatul Muttaqin. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga keimanan dan mempererat persaudaraan sebagai pondasi utama umat.
Pesan tersebut selaras dengan semangat kepedulian yang diusung oleh penyelenggara melalui program bantuan sosial di Jamanis.
Keterlibatan aktif unsur ulama dan tokoh masyarakat dalam mengelola dana umat untuk santunan menjadi bukti bahwa kolaborasi di tingkat akar rumput berjalan sangat efektif. Diharapkan, momentum di Jamanis ini dapat menginspirasi wilayah lain di Tasikmalaya untuk terus menghidupkan tradisi berbagi.
"Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus mendorong kegiatan keagamaan dan sosial sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya," tegas Asep Sopari Al Ayubi menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
15 Tahun, Bank Artha Galunggung Mampu Menjadi BUMD Penyumbang PAD Terbesar di Kabupaten Tasikmalaya
Formaskab Jadi Strategi Tasikmalaya Dongkrak Kesehatan dan Partisipasi Olahraga
Formaskab Tasikmalaya Hadirkan Kebahagiaan, Warga Dapat Umrah Gratis
Jamanis Jadi Pusat Kepedulian, Wakil Bupati Tasikmalaya Tekankan Pentingnya Santunan dalam Tabligh Akbar
Lapas Kelas II B Tasikmalaya Overload, Ruang Kapasitas 88 Orang Dipaksa Tampung 462 Narapidana
Bupati Tasikmalaya Pacu Inovasi Desa Cantik dan Sensus Ekonomi 2026 dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30