Tak hanya soal kesejahteraan, dalam audiensi itu juga mencuat persoalan penempatan kerja. Sebanyak 209 guru PPPK paruh waktu mengajukan relokasi karena alasan mendesak.
Baca Juga: Hardiknas 2026 di Kabupaten Tasikmalaya, Bupati Dorong Generasi Desa Bangkit Lewat Program SADESSA
“Kami sudah mengusulkan relokasi tersebut. Ini bagian dari upaya memastikan mereka bisa bekerja lebih optimal,” tambah Asep.
Data DPRD mencatat, jumlah PPPK paruh waktu di Kabupaten Tasikmalaya mencapai lebih dari 4.000 orang, dengan 2.811 di antaranya merupakan tenaga guru.
Angka tersebut menunjukkan betapa besar peran mereka dalam menopang dunia pendidikan, meski masih dibayangi ketidakpastian.***
Artikel Terkait
Serap Aspirasi Warga, DPRD Jabar Temukan Sejumlah Kebutuhan Mendesak di Kabupaten Tasikmalaya
Gedong Cai Gunung Kokosan Jadi Rebutan, Pimpinan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Saling Klaim Wilayah
15 Tahun, Bank Artha Galunggung Mampu Menjadi BUMD Penyumbang PAD Terbesar di Kabupaten Tasikmalaya
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Kabupaten Tasikmalaya Lepas Aset untuk Kejar Pemerataan Kesehatan
Isu Cashback Dibantah, Pinjaman Rp230 Miliar Difokuskan untuk Jalan Rusak di Kabupaten Tasikmalaya
Kirab Mahkota Binokasih Singgah di Kabupaten Tasikmalaya, Rute Berubah Demi Kelancaran Arus Lalu Lintas