Cecep Nurul Yakin Ingin Tasikmalaya Jadi Kabupaten Quran Lewat Inovasi Pembinaan Khafilah MTQH ke-40 Jawa Barat

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 8 Mei 2026 | 21:05 WIB
Menuju MTQH ke-40 Jawa Barat, Bupati Cecep Nurul Yakin instruksikan LPTQ terus berinovasi agar Tasikmalaya dikenal sebagai kabupaten Quran yang kuat, pada Jumat (8/5/2026). (Dok. Dishubkominfo)
Menuju MTQH ke-40 Jawa Barat, Bupati Cecep Nurul Yakin instruksikan LPTQ terus berinovasi agar Tasikmalaya dikenal sebagai kabupaten Quran yang kuat, pada Jumat (8/5/2026). (Dok. Dishubkominfo)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Cita-cita besar untuk mengukuhkan identitas daerah berbasis religi disuarakan dalam pembukaan Training Center dan pembinaan peserta Musabaqoh Tilawatil Quran dan Hadist (MTQH) ke-40 Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, secara tegas menargetkan wilayahnya bertransformasi menjadi pusat peradaban Islami yang unggul.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo Baru pada Jumat (8/5/2026) tersebut, Bupati Cecep menekankan bahwa persiapan menuju ajang provinsi bukan sekadar mengejar trofi, melainkan upaya memperkuat nilai-nilai luhur di tengah masyarakat.

Baca Juga: Pesantren Pilar Sejarah Bangsa, FPP Kabupaten Tasikmalaya Dikukuhkan

Bupati Cecep menginginkan agar predikat kabupaten Quran benar-benar melekat pada citra Tasikmalaya di bawah kepengurusan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) saat ini.

“Saya berharap Tasik dalam kepemimpinan pengurusan LPTQ sekarang harus mendeklarasikan diri bahwa Tasik adalah kabupaten Quran,” ujar Cecep Nurul Yakin saat memberikan arahan di hadapan para pembina dan peserta.

Inovasi dan Keberlanjutan Pembinaan

Visi untuk menjadikan kabupaten Quran tersebut menuntut pola kerja yang tidak biasa. Bupati menginstruksikan LPTQ agar meninggalkan pola pembinaan yang hanya bersifat momentum atau mendadak menjelang kompetisi saja.

Baca Juga: Bupati Cecep Nurul Yakin Lantik 36 PNS Kabupaten Tasikmalaya, Ini Pesan Penting Soal Kinerja bagi Abdi Masyarakat

Menurutnya, konsistensi adalah kunci utama dalam mencetak generasi qurani yang berkualitas.

Ia pun mendorong adanya pembaharuan dalam metode pendidikan dan pelatihan bagi para khafilah. Adaptasi terhadap perkembangan zaman dinilai perlu dilakukan tanpa meninggalkan tradisi-tradisi baik yang sudah lama mengakar di Tasikmalaya.

“Jangan hanya menjalankan program yang sudah berjalan saja, program lama yang bagus lanjutkan, lakukan inovasi supaya ada pembaharuan,” tegas Cecep.

Baca Juga: Perkuat Sektor Perbankan, Tiga Bank Milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Bakal Lakukan Merger

Kesiapan Menuju MTQH ke-40

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X