Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida mengatakan, di Kota Tasikmalaya, volume transaksi QRIS pada tahun 2025 tercatat tumbuh signifikan sebesar 579,5% (yoy).
"Pertumbuhan tersebut diharapkan terus menjadi katalis penguatan ekonomi daerah yang pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,39% (yoy), sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru pada sektor ekonomi kreatif dan digital," ujar Laura.
Ke depan, kata dia, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan digital, pengembangan UMKM lokal, penguatan perlindungan konsumen, serta peningkatan sport tourism di Kota Tasikmalaya.
"Melalui kolaborasi tersebut, Kota Tasikmalaya diharapkan semakin tumbuh sebagai pusat ekonomi kreatif dan digital yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," katanya.
Pada pelaksanaan sebelumnya tahun 2025, kegiatan tersebut mencatat 1.846 transaksi dari peserta pendaftar, 11.098 transaksi pada rangkaian kegiatan, serta lebih dari 13.000 transaksi pada puncak acara.
Selain itu, QRIS UTHM 2026 juga diharapkan melanjutkan keberhasilan akuisisi UMKM lokal baru pengguna QRIS serta meningkatkan pemahaman masyarakat terkait perlindungan konsumen dan transaksi digital yang aman.
Melanjutkan capaian positif tersebut, gelaran sport tourism bertajuk QRIS UTHM 2026 ini diperkirakan berhasil menarik sekitar 3.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan tiga kategori lomba, yaitu 7K, 10K, dan 21K.***
Artikel Terkait
BI Optimistis Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,1 Persen di 2025, Ekspor hingga Investasi Jadi Penggerak Utama
BI Catat Uang Beredar Juli 2025 Naik 6,5 Persen, Didukung Pertumbuhan M1 dan Uang Kuasi yang Perkuat Likuiditas
Menkeu Purbaya Sebut Staf KDM Mungkin Ngibul, Data APBD Jabar Rp4,1 Triliun di Bank Klaimnya Sesuai Laporan BI
Dedi Mulyadi Telusuri Dugaan Rp4,1 Triliun APBD Jabar Mengendap, Ungkap Fakta Beda Data Kemenkeu, BI, dan Kemendagri
Menkeu Purbaya Tegaskan Hanya Akui Data BI, Sentil Dana Pemda di Giro Bisa Jadi Sorotan BPK
Penguatan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Priangan Timur, BI Jadikan Terminal Tipe A Banjar Sebagai Zona KHAS