Tradisi budaya ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial antarwarga. Pada pelaksanaannya, masyarakat saling berbagi hasil bumi berupa padi, sayuran, umbi-umbian, serta aneka buah sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur atas rezeki yang diperoleh selama setahun terakhir.
Menariknya, Hajat Bumi Cariu tahun ini menampilkan lebih dari 100 jenis hasil bumi yang disusun sebagai lambang kemakmuran dan keberkahan.
Seluruh hasil bumi tersebut menjadi daya tarik utama dalam pelaksanaan tradisi budaya yang telah lama dikenal masyarakat Ciamis.
Sesuai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, hasil bumi yang dipamerkan nantinya dapat diambil oleh masyarakat pada tengah malam. Tradisi tersebut dipercaya membawa keberkahan sekaligus menjadi simbol berbagi rezeki di antara warga.
Keberlangsungan Hajat Bumi Cariu menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga warisan leluhur. Tidak hanya sebagai kegiatan adat, tradisi budaya ini juga berperan memperkenalkan potensi wisata budaya Kabupaten Ciamis kepada masyarakat yang lebih luas.
Pengakuan terhadap nilai budaya tersebut semakin kuat setelah Hajat Bumi Cariu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kabupaten Ciamis.
Status itu menjadi bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal yang selama ini dijaga oleh masyarakat Dusun Cariu dan Desa Sukadana, Kabupaten Ciamis.
Artikel Terkait
Bakal Jadi Wisata Sejarah, Tugu Koperasi Kota Tasikmalaya Menuju Status Cagar Budaya Nasional
Kirab Budaya di Cirebon Tampilkan Mahkota Binokasih, Dedi Mulyadi: Sejarah Adalah Jembatan Masa Depan
Pesta Rakyat Milangkala Tatar Sunda di Kota Bandung, Cek Rute Kirab Budaya dan Lokasi Kantong Parkir Utama
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Soroti Penataan Lingkungan Usai Rampungkan Kirab Budaya Mahkota Binokasih
Batik Karya Siswa MTsN 3 Kota Tasikmalaya Pukau Plh Wali Kota, Cara Keren Lestarikan Budaya Sunda
Gandeng Unsil, DKKT Siapkan Digitalisasi Arsip dan Kajian Sejarah Budaya Tasikmalaya
Boon Pring Jadi Titik Awal Indonesia Culture Festival, ICCN Bangun Ekosistem Budaya Lewat Jejaring Kota Kreatif
Kampung Naga 2026, Benteng Budaya Sunda yang Tetap Bertahan di Tengah Arus Modernisasi
Pasanggiri Ujang Nyai 2026 Jadi Panggung Pelestarian Budaya Sunda, Generasi Muda Ciamis Disiapkan Jadi Pewaris
Didi Sukardi Hidupkan Seni Budaya Sunda di Hari Jadi Ciamis, Lembur Galuh Disiapkan Jadi Ikon Baru