Boon Pring Jadi Titik Awal Indonesia Culture Festival, ICCN Bangun Ekosistem Budaya Lewat Jejaring Kota Kreatif

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 27 Mei 2026 | 10:58 WIB
Guna memperkuat jejaring kota kreatif, ICCN jadikan kawasan Boon Pring sebagai lokasi awal peluncuran ekosistem budaya Indonesia Culture Festival. (Dok. ICCN)
Guna memperkuat jejaring kota kreatif, ICCN jadikan kawasan Boon Pring sebagai lokasi awal peluncuran ekosistem budaya Indonesia Culture Festival. (Dok. ICCN)

 

MALANG, Mediapriangan.com - Sebuah model baru dalam pengelolaan wilayah berbasis kemasyarakatan dan pelestarian alam kini resmi diperkenalkan ke publik.

Destinasi wisata hijau yang dikenal dengan konservasi bambunya, yakni kawasan Boon Pring Andeman, terpilih menjadi panggung utama peluncuran platform strategis berskala nasional.

Tempat ini dinilai menjadi representasi paling ideal untuk menggambarkan bagaimana pelestarian lingkungan dapat berjalan selaras dengan adat istiadat setempat.

Sebelum ditunjuk menjadi lokasi sepak mula agenda tahun ini, wilayah tersebut sudah lebih dulu diperkenalkan sebagai Bamboo Living Museum dalam hajatan ICCF Nusantaraya 2025 lalu.

Baca Juga: Menatap Panggung Nasional, Festival Kreatif Indonesia Kini Bisa Ajukan Diri Masuk Jejaring ICCN

Direktur Aktivasi Kebudayaan dan Pusaka, Muhammad Anwar, mengungkapkan alasan kuat di balik penunjukan area konservasi tersebut.

Menurutnya, tempat ini memiliki integrasi yang kuat antara alam dan kearifan lokal dalam membangun ekosistem budaya yang tangguh.

“Boon Pring memperlihatkan bagaimana budaya, konservasi lingkungan, dan ekonomi lokal dapat tumbuh dalam satu ekosistem kawasan yang saling terhubung. Tradisi seperti Metri Bambu menjadi contoh penting bahwa budaya lokal dapat menjadi fondasi pembangunan kawasan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca Juga: Sinergi ICCN dan Pemkot Padang, Perkuat Ekosistem Kreatif Menuju Kota Gastronomi Unesco

Peluncuran di kawasan Boon Pring ini menandai babak baru bagi pergerakan Indonesia Creative Cities Network atau ICCN.

Melalui inisiatif teranyarnya, organisasi ini memperkenalkan Indonesia Culture Festival sebagai sebuah wadah pemersatu untuk memperkuat konektivitas di dalam jejaring kota kreatif di seluruh tanah air.

Ketua Harian ICCN, Vicky Arief Herinadharma, menegaskan bahwa gerakan ini dirancang secara khusus untuk memicu geliat ekonomi sirkular masyarakat setempat melalui penguatan identitas kedaerahan.

Baca Juga: Malang Jadi Ruang Hidup Budaya, ICCN Siapkan Indonesia Culture Festival 2026 sebagai Ekosistem Berkelanjutan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X