Kasus Berawal dari Protes Keluarga Pasien
Sebelumnya, pada 13 Juni 2026, dokter Icha menangani seorang pasien rujukan dari RSUD Kefamenanu yang mengalami gigitan ular. Pasien diketahui merupakan kerabat seorang anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Meski telah melakukan pemeriksaan, berkonsultasi dengan dokter spesialis, dan memberikan penjelasan medis kepada keluarga pasien, keputusan untuk tidak memberikan antibisa disebut memicu ketidakpuasan.
Keluarga almarhumah kemudian mengungkapkan bahwa setelah peristiwa tersebut dokter Icha diduga mengalami tekanan psikologis akibat adanya intimidasi ketika menjalankan tugas.
Namun hingga saat ini, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak yang disebut dalam dugaan tersebut maupun kesimpulan dari aparat atau pihak berwenang mengenai hubungan antara dugaan intimidasi dengan meninggalnya dokter Icha.
Baca Juga: Curug Cibaliung, Wisata Bogor yang Dijuluki Green Canyon dengan Air Jernih Hijau Kebiruan
Momentum Evaluasi Perlindungan Tenaga Medis
Pernyataan dokter Tri Maharani turut memantik solidaritas dari kalangan tenaga kesehatan. Banyak tenaga medis menilai kasus ini menjadi pengingat penting bahwa dokter dan tenaga kesehatan harus memperoleh perlindungan ketika menjalankan keputusan medis yang telah sesuai standar profesi.
Mereka berharap setiap perbedaan pendapat terkait pelayanan kesehatan diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku, sehingga tenaga medis dapat bekerja secara profesional tanpa tekanan maupun ancaman dari pihak mana pun.***
Artikel Terkait
Polres Tasikmalaya Kota Deklarasikan Madrasah Ramah Anak, Wujudkan Lingkungan Pendidikan Aman Bebas Perundungan
DPRD Minta Bupati Tasikmalaya Cabut SK Dewas RSUD KHZ Musthafa
Viral Pelabuhan Ketapang Macet Berjam-jam, Antrean Kendaraan di Gilimanuk Disorot, ASDP Minta Maaf
Viral Wakil Rektor UNY Sebut Spanduk Mahasiswa Sampah, Debat soal SPPG dan Aksi Kampus Jadi Sorotan
Bijin Nabe by Tsukada Nojo, Wisata Kuliner Jepang di Plaza Senayan Jakarta dengan Menu Kolagen Viral
Didi Sukardi Dukung Pembangunan Masjid Cidolog, Rumah Ibadah Baru Disiapkan untuk 82 KK di Desa Ciparay