Didi Sukardi: Hari Anak Nasional 2026 Jadi Pengingat, Anak Indonesia Harus Dijaga Sejak Sekarang

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 24 Juli 2026 | 10:47 WIB
Didi Sukardi mengajak masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional 2026 sebagai momentum menjaga anak Indonesia agar tumbuh aman, cerdas, dan berkarakter. (Dok. KDS)
Didi Sukardi mengajak masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional 2026 sebagai momentum menjaga anak Indonesia agar tumbuh aman, cerdas, dan berkarakter. (Dok. KDS)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Peringatan Hari Anak Nasional 2026 tidak semestinya berhenti pada seremoni tahunan. Bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Didi Sukardi, SE, momentum tersebut harus menjadi pengingat bersama bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada bagaimana anak-anak hari ini diperlakukan, dilindungi, dan didampingi.

Didi Sukardi memandang anak Indonesia sebagai aset paling berharga yang harus dipersiapkan sejak dini. Menurutnya, investasi terhadap anak bukan hanya berkaitan dengan pendidikan formal, tetapi juga menyangkut pemenuhan hak, kesehatan, perlindungan, kasih sayang, serta lingkungan yang memungkinkan mereka berkembang secara optimal.

Pandangan Didi Sukardi tersebut menempatkan Hari Anak Nasional 2026 sebagai momentum untuk melihat kembali sejauh mana keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat telah menciptakan ruang tumbuh yang aman bagi anak Indonesia.

Baca Juga: Anggota DPRD Jawa Barat Didi Sukardi Dorong Ketahanan Keluarga di Hari Anak Nasional 2026

"Anak-anak adalah harapan bangsa. Mereka berhak bermimpi setinggi langit, belajar dengan penuh semangat, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman serta penuh kasih sayang. Karena itu, mari kita hadir sebagai orang tua, pendidik, dan masyarakat yang selalu mendukung tumbuh kembang mereka," ujar Didi Sukardi.

Menurut Didi Sukardi, kebutuhan anak tidak cukup dipenuhi melalui fasilitas pendidikan dan kesehatan semata. Anak juga membutuhkan perhatian dari orang-orang terdekat agar mampu membangun kepercayaan diri, mengenali potensi, sekaligus memiliki karakter yang kuat.

Karena itu, perlindungan anak perlu ditempatkan sebagai tanggung jawab bersama. Keluarga menjadi lingkungan pertama dalam membentuk karakter, sedangkan sekolah dan masyarakat memiliki peran penting dalam memperluas pengalaman anak sekaligus memberikan perlindungan ketika mereka menghadapi berbagai persoalan.

Baca Juga: Didi Sukardi Dorong Penyiaran Jadi Garda Budaya Sunda, Generasi Muda Jadi Sasaran Utama

Tantangan yang dihadapi anak Indonesia saat ini pun dinilai semakin beragam. Perkembangan teknologi digital membuka banyak peluang untuk belajar, tetapi di sisi lain juga menghadirkan risiko yang perlu mendapat perhatian serius dari orang tua dan lingkungan sekitar.

Didi Sukardi menyoroti sejumlah persoalan yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak, seperti pengaruh negatif media digital, perundungan, serta kekerasan terhadap anak. Persoalan tersebut membutuhkan perhatian sejak awal agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Dalam konteks Hari Anak Nasional 2026, upaya perlindungan anak tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Didi Sukardi mendorong keterlibatan pemerintah, keluarga, sekolah, serta masyarakat untuk membangun lingkungan ramah anak yang memberikan rasa aman sekaligus ruang bagi anak untuk berkembang.

Baca Juga: Didi Sukardi Dorong Perhatian untuk Lansia, Sekolah Lansia Panumbangan Jadi Ruang Belajar Sepanjang Hayat

Lingkungan ramah anak juga tidak sebatas menghadirkan tempat yang aman secara fisik. Lebih dari itu, lingkungan tersebut harus mampu memberikan penghargaan terhadap suara anak, mencegah kekerasan dan perundungan, serta menghadirkan teladan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X