Serta beberapa kegiatan lainnya seperti pelatihan membuat portofolio untuk SMA/SMK sederajat yang ingin menembus kampus desain impian. Workshop mengolah material bekas menjadi jurnal kreatif, cocok bagi kaum muda yang senang junk journaling, biaya registrasi sebesar Rp15.000.
Workshop Membuat karya berbahan kain dengan teknik menjahit, cocok bagi masyarakat yang senang menjahit, biaya registrasi sebesar Rp15.000. Lomba membuat ilustrasi konsep desain dengan tema waste material.
Lomba ini terbuka untuk SMA/SMK sederajat dengan biaya registrasi sebesar Rp35.000. lomba membuat dance singkat kreasi sendiri dengan iringan lagu jingle PREDICTIVE Vol. 3 2026 serta Lomba "Sipaling PREDICTIVE" dimana Pengunjung berdandan dan atau memakai style outfit yang sesuai dengan tema PREDICTIVE.
"Kita juga menyediakan photobooth berbayar untuk pengunjung yang ingin mengabadikan momen," Katanya.
Baca Juga: Padel KONI Kota Tasikmalaya Raih Juara 2 Turnamen Padel KONI Jawa Barat 2026
PREDICTIVE Vol. 3 kata dia, merupakan pameran tahunan mahasiswa S1 Desain Produk Industri Kampus UPI di Tasikmalaya yang pada tahun 2026 memasuki penyelenggaraan ketiga dan menjadi pameran internasional.
"Sekali lagi Pameran ini terbuka untuk umum dan menghadirkan karya mahasiswa S1 Desain Produk Industri Kampus UPI di Tasikmalaya, serta dilengkapi dengan berbagai kegiatan seperti Try Out Portofolio, Lomba, Workshop, dan Side Activity.," ujar Airin.
Sementara itu Direktur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya Prof. Dr. Heri Yusuf Muslihin, S.Pd., M.Pd mengatakan, Pameran PREDICTIVE Vol. 3 2026 merupakan program yang sangat baik dalam konteks bagaimana menyatukan visi misi antara universitas dengan pemerintah daerah.
"Kita ikut mengembangkan dan mendukung supaya kegiatan ini bisa produktif dan mendapatkan hasil yang optimalkan terutama dalam upaya pemberdayaan masyarakat," Katanya.
Lanjut Heri, program dirancang dengan mendesain produk yang dihasilkan dari kreativitas mahasiswa dan para dosen berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan.
"Sehingga produk yang mereka kembangkan ada nilai jual bahkan tidak hanya di pasar tradisional tapi juga bisa ekspor. Karena memang sudah ada beberapa produk hasil program mahasiswa yang sudah bisa ekspor salah satunya adalah program pembuatan perhiasan yang sudah dirancang untuk ekspor ke Malaysia," Jelas Heri.
Dimana kata dia, desainnya hasil hilirisasi yang didapatkan mahasiswa dari produk-produk yang di desain dari hasil perkuliahan dan harus tepat guna dan bisa bermanfaat untuk masyarakat.
"Ada beberapa program mata kuliah yang berbasis pada projek sehingga mahasiswa dari awal sudah menyiapkan membuat produk dengan desain tertentu untuk dihasilkan dan bisa diaplikasikan di masyarakat," Katanya.
Harapannya melalui kegiatan ini bisa mengkolaborasikan program akademik dengan program pemerintah sehingga bisa menjadi satu bagian yang tidak bisa terpisahkan. "Kita ingin menyatukan itu semua sehingga program-program pemerintah bisa sinergis dengan program kampus," pungkasnya.***
Artikel Terkait
35 Siswa Terbaik Disiapkan Jadi Paskibraka HUT ke 81 RI Tingkat Kota Tasikmalaya
Gudang Barbek Terbakar di Kota Tasikmalaya, Enam Unit Damkar Dikerahkan Padamkan Kobaran Api
Norma Zahara Diduga Anak Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Jejak Karier PPPK RSUD dr Soekardjo Jadi Sorotan Publik
Pekan QRIS Nasional 2026 di Kota Tasikmalaya Makin Luas, QRIS Masuk Layanan Publik hingga Pesantren
Dinkes Kota Tasikmalaya Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba Busana Adat Nusantara, 26 Daerah Ditampilkan
Pesta Rakyat DPC Partai Demokrat Kota Tasikmalaya Meriah, Ada Lomba Tumpeng dari 10 Kecamatan