Kebakaran RSSA Malang Bikin 45 Pasien Anak Dievakuasi, Ruang Perawatan Masih Berbau Asap

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 10 September 2026 | 16:32 WIB
Kebakaran RSSA Malang membuat 45 pasien anak dievakuasi. Gedung Gizi dan laundry room terbakar, sementara ruang perawatan masih berbau asap. (Instagram/info_malang)
Kebakaran RSSA Malang membuat 45 pasien anak dievakuasi. Gedung Gizi dan laundry room terbakar, sementara ruang perawatan masih berbau asap. (Instagram/info_malang)

"Alhamdulillah, setelah kami pindahkan ke ruang tersebut dilakukan skrining ulang dan sampai sekarang tidak ada kegawatan pada pasien yang mengkhawatirkan," tandasnya.

Langkah evakuasi menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran RSSA Malang, terutama karena lokasi kejadian berada di area rumah sakit yang masih berdekatan dengan ruang perawatan.

Baca Juga: Kebakaran Masuk Jalur Pendakian, TWA Kawah Ijen Ditutup Total, Pemadaman Masih Berlangsung

Api Melanda Dapur dan Laundry Room

Berdasarkan laporan yang diterima Mako Damkar, kebakaran RSSA Malang mulai ditangani setelah laporan masuk pada pukul 14.57 WIB.

Petugas pemadam kebakaran kemudian menuju lokasi dengan mengerahkan lima unit armada. Kekuatan tersebut terdiri atas empat unit water supply dan satu unit rescue kajama, dengan total 20 personel.

Saat petugas tiba, api telah menyebar ke sejumlah titik. Plafon ruangan juga dilaporkan terbakar hingga mengalami keruntuhan.

Informasi internal RSSA menyebut dua ruangan yang terdampak kebakaran adalah dapur ruang gizi dan laundry room. Dengan demikian, area Gedung Gizi menjadi salah satu lokasi utama dalam penanganan insiden tersebut.

Baca Juga: Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Makin Besar, Warga 1 RT Dievakuasi akibat Asap Pekat

Di dapur ruang gizi, material yang terbakar antara lain peralatan dapur serta bahan makanan. Sementara di laundry room terdapat selimut dan seprai yang mudah terbakar sehingga ikut memperbesar potensi penyebaran api.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden kebakaran RSSA Malang tersebut.

Psikiater dan Psikolog Dampingi Pasien Anak

Direktur Utama RSSA Malang, dr Mochamad Bachtiar Budianto, mengatakan proses evakuasi pasien anak telah dilakukan berdasarkan prosedur yang disiapkan rumah sakit.

Selain memastikan kondisi fisik pasien, rumah sakit juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak setelah insiden di Gedung Gizi.

Tim psikiater dan psikolog telah diterjunkan untuk memberikan pendampingan kepada pasien anak yang terdampak kejadian tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X