"Memang benar anak ada perhatian khusus karena berbeda, demikian secara psikologis," ungkap Bachtiar dalam keterangannya, pada Kamis, 10 September 2026.
"Kami sudah mengantisipasi kami skrining ulang termasuk psikis tadi sudah langsung turun ke lapangan ada tim dari psikiater dan psikolog. Nanti akan mendampingi," tambahnya.
Pendampingan psikologis juga dijadwalkan berlanjut pada hari berikutnya. Pihak rumah sakit mengantisipasi kemungkinan munculnya rasa takut pada pasien anak setelah mengalami situasi darurat akibat kebakaran RSSA Malang.
"Besok masih akan turun ke ruangan, pasti ada yang merasa takut nanti akan dilakukan advokasi dan edukasi," tandasnya.***
Artikel Terkait
Kronologi Kebakaran Kampung Adat Sade Lombok, 129 Rumah Hangus dan 320 Warga Terdampak
Viral Petugas Damkar Balikpapan Tegur Warga Bakar Ban Dekat Permukiman, Ingatkan Risiko Kebakaran
Kebakaran Kos Tebet Jaksel, Korban Selamat Ceritakan Detik-Detik Lompat dari Lantai 2 Saat Tangga Terbakar
Karhutla Lintang Batang Makin Dekat ke SPBU, Warga Buka Posko Makan Gratis untuk Pemadam Kebakaran
Tumbang Nusa Kalteng Berubah Jadi Lautan Api, Petugas Damkar Kesulitan Jangkau Titik Kebakaran
Kebakaran Legian Bali Bakar Gudang Rongsokan di Jalan Sunset Road, Damkar Badung Kerahkan 10 Unit