Penurunan Rating Bank BJB sendiri tidak menunjukkan perseroan berada dalam kondisi krisis. PEFINDO masih menilai permodalan dan likuiditas Bank BJB sangat kuat serta mempertahankan prospek peringkat pada level stabil.
Namun, kualitas aset tetap menjadi faktor utama yang membatasi peringkat. PEFINDO memproyeksikan NPL Bank BJB masih berada pada kisaran 2,8 persen hingga 3 persen dalam jangka pendek.
Perbaikan kualitas kredit juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi arah peringkat berikutnya. PEFINDO membuka peluang kenaikan peringkat apabila profil keuangan, terutama kualitas aset, dapat diperkuat secara substansial dan berkelanjutan.
Sebaliknya, pelemahan material dan berkelanjutan pada profil bisnis, kualitas aset, permodalan maupun profitabilitas dapat menjadi tekanan terhadap peringkat Bank BJB.***
Artikel Terkait
Penuhi Tradisi THR, BI dan Perbankan Siapkan Jadwal dan Lokasi Penukaran Uang Baru Untuk Ramadhan dan Lebaran
Indosat Ooredoo Hutchison Gelar Banking AI Day, Dorong Transformasi Digital Perbankan Indonesia dengan AI Berdaulat
3 Kontroversi Mr Bert Terkait Tuduhan Sistem Keamanan Lemah di Perbankan, Tepisannya dari Pakar IT hingga Menkomdigi
Buka Lembaran Lama Bailout BCA! Pengamat: Bukanlah Ancaman Bagi Stabilitas Perbankan
IHSG Tergelincir ke 7.894 Usai BI Turunkan Suku Bunga, Saham Perbankan dan DSSA Ikut Jadi Sorotan
OJK Turunkan Target Kredit 2025 Jadi 8,99 Persen, Perbankan Diminta Realistis Atur Ekspansi di Tengah Ekonomi Melambat
Perkuat Sektor Perbankan, Tiga Bank Milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Bakal Lakukan Merger
Pemotongan TPP ASN Picu Kekhawatiran, NPL Perbankan Priangan Timur Capai 4,75 Persen
OJK Tasikmalaya Catat Aset Perbankan Priangan Timur Tumbuh 4,54 Persen Jadi Rp90,94 Triliun
Harris Turino Dorong RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi, Kejahatan Perbankan dan Pajak Ikut Dibidik