Penghentian operasi tidak menutup kemungkinan pencarian Arupadhatu 1 dilakukan kembali.
Basarnas Banten menyatakan operasi dapat dibuka apabila muncul informasi baru atau ditemukan material yang diduga berkaitan dengan kapal tersebut.
Informasi mengenai Arupadhatu 1 juga terus disebarkan kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda. Basarnas meminta nelayan dan masyarakat yang menemukan benda atau informasi terkait keberadaan kapal segera melaporkannya.
Baca Juga: Kasus Fahd A Rafiq Jadi Sorotan, Kaderisasi Partai Diminta Dievaluasi
"Kami juga sudah menyampaikan e-broadcast, ke seluruh kapal yang melintas di Selat Sunda. Termasuk pencarian ke pulau-pulau tersebut (sekitar Selat Sunda)," beber Al Amrad.
"Kami akan memperkuat lagi dengan e-broadcast, jika ada informasi atau temuan, tentu kami akan tindak lanjuti," tandasnya.
Dengan demikian, keberadaan Arupadhatu 1 yang membawa 5 jurnalis dan tiga awak kapal masih belum diketahui. Hingga Kamis, 17 September 2026, belum ditemukan petunjuk yang memastikan posisi kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.
Baca Juga: Wanita Ditendang saat Antre Makanan di Mal Jakpus, Polisi Cek CCTV karena Korban Masih Trauma
Doa Bersama Warga Carita
Di tengah berlangsungnya pencarian, dukungan dari masyarakat sekitar juga muncul. Ratusan warga dari sejumlah kampung di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, berkumpul di posko SAR Basarnas, Pantai Marina Carita, pada Jumat malam, 11 September 2026.
Warga datang untuk mengikuti doa bersama bagi 5 jurnalis dan tiga awak kapal yang belum ditemukan setelah hilangnya Arupadhatu 1 di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Keluarga awak kapal turut hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana haru terlihat ketika sejumlah anggota keluarga menahan kesedihan dan menangis selama doa bersama berlangsung.
Baca Juga: Sekmat Sindangkasih Wawan Heriawan Meninggal Dunia, Jajaran Pemkab Ciamis Berduka
Ketua RT setempat, Adhari, mengatakan kegiatan itu pada awalnya hanya ditujukan bagi keluarga korban. Namun, informasi mengenai doa bersama tersebut kemudian mengundang warga lain untuk datang ke lokasi.
"Tadinya untuk pihak keluarga saja, tetapi ternyata simpatisan masyarakat yang ingin berdoa di sini cukup banyak," kata Adhari di lokasi.
Artikel Terkait
Jurnalis Promedia Jadi Korban Gempa NTT, Mari Bersama Bantu Mereka Bangkit dan Pulihkan Kehidupan
5 Jurnalis Belum Ditemukan di Gunung Anak Krakatau, Drone Thermal Dikerahkan Tim SAR Gabungan
8 Orang Hilang di Selat Sunda, 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Dicari Usai Liputan Gunung Anak Krakatau
Hari ke-5, Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Banten: Pencarian Gunung Anak Krakatau Terus Diperluas Tim SAR Gabungan