Lana meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman tersebut, terutama di kawasan yang masuk dalam zona pembatasan aktivitas.
"Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau," ujar Lana.
Rekomendasi Badan Geologi tersebut menjadi acuan bagi masyarakat dan wisatawan untuk menjaga jarak aman dari pusat aktivitas vulkanik. Warga juga diminta mematuhi arahan petugas serta informasi resmi mengenai perkembangan kondisi gunung api.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, BNPB Petakan Sirene Tsunami di Pesisir Banten
Warga Pesisir Banten dan Lampung Diminta Tetap Tenang
Di tengah peningkatan status Gunung Anak Krakatau, masyarakat yang tinggal di wilayah pantai Banten dan Lampung diminta tetap tenang.
Warga di kedua wilayah tersebut juga diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang menyebutkan adanya potensi tsunami akibat aktivitas gunung api.
Aktivitas masyarakat di kawasan pantai tetap dapat berlangsung seperti biasa dengan mengikuti arahan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat.
Masyarakat diimbau memantau informasi resmi dari instansi berwenang dan tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona larangan selama status Siaga berlaku.***
Artikel Terkait
Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Harga Masker Melonjak, Keluhan Seller Nakal di Tengah Abu Vulkanik
Abu Anak Krakatau Mulai Mereda, Sejumlah Bandara Kembali Buka dan Penerbangan Dipulihkan Bertahap
Ombak Mendadak Besar, Pemancing Ungkap Momen Mencekam Saat Saksikan Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda
5 Jurnalis Belum Ditemukan di Gunung Anak Krakatau, Drone Thermal Dikerahkan Tim SAR Gabungan
8 Orang Hilang di Selat Sunda, 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Dicari Usai Liputan Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, BNPB Petakan Sirene Tsunami di Pesisir Banten