Akan tetapi, juga menjadi bentuk kreativitas untuk mengolah material yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi produk yang memiliki manfaat dan daya tarik.
"Konsep ini sejalan dengan tema Beyond the Object yang menekankan pentingnya melihat potensi di balik sebuah objek, termasuk limbah yang dapat diolah kembali menjadi produk kreatif," terang Sultan.
Baca Juga: Perkuat Fungsi Masjid, PD DMI Kota Tasikmalaya Gelar Program Akademi Kader Masjid
Ia berharap, pameran tersebut dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus membuka perspektif baru mengenai pemanfaatan limbah melalui pendekatan desain.
Tidak hanya pameran karya, PREDICTIVE Exhibition Vol. 3 juga menghadirkan kegiatan interaktif untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung.
Pada hari kedua, Minggu (11/10/2026), panitia menjadwalkan pertunjukan live painting bertajuk Watch the Art Come to Life dengan menghadirkan seniman street art asal Tasikmalaya yang dikenal dengan nama Woreum.
"Di hari kedua ada mural yang didatangkan oleh artis street art yang dari Tasik khususnya, namanya Woreum," jelas Sultan.
Dengan memadukan pameran, kuliah umum, diskusi, lokakarya, dan seni mural, ujar Sultan, PREDICTIVE Exhibition Vol. 3 diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi mahasiswa, pelaku kreatif, dan masyarakat untuk saling berbagi gagasan.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya, Sofian Zaenal Mutagien, mengapresiasi penyelenggaraan PREDICTIVE Exhibition Vol. 3 yang dinilainya dapat mendukung pengembangan ekonomi kreatif daerah.
Menurut Sofian, desain produk merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah pada suatu produk.
"Melalui desain yang tepat, sebuah produk tidak hanya memiliki fungsi, tetapi juga dapat menawarkan nilai estetika, identitas, karakter, serta daya saing di pasar, " katanya.
Sofian juga menilai kreativitas mahasiswa memiliki potensi besar untuk memberikan warna baru bagi pengembangan produk kreatif di Kota Tasikmalaya.
"Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi aarana untuk bertukar ide, mengembangkan kreativitas, memperluas jejaring, serta mendorong lahirnya karya-karya inovatif," ujar Sofian.***
Artikel Terkait
Payung Geulis Kota Tasikmalaya Dibuat Lebih Inovatif, Model 8 Jari-jari Jadi Harapan Baru Para Perajin
HIPMI Kota Tasikmalaya Matangkan MUSCAB VI, RBPL Bentuk SC dan OC untuk Kawal Tahapan Organisasi
32 Paralegal Kota Tasikmalaya Terima Sertifikat, Diky Chandra Dorong Jadi Jembatan Bantuan Hukum
Kota Tasikmalaya Kembali Jadi Terbaik Jawa-Bali, TPID Award 2026 Pertahankan Prestasi Dua Tahun Beruntun
Milangkala ke-4 Panglawungan Ambu Midang di Kota Tasikmalaya, Ratusan Ambu Tampilkan Tradisi Budaya Sunda
Dugaan Bullying di SMAN 3 Kota Tasikmalaya, Polisi Dalami Tradisi Senioritas yang Berlangsung Belasan Tahun