KALIMANTAN SELATAN, Mediapriangan.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mengganggu perjalanan warga, termasuk tenaga medis yang harus tetap bertugas di rumah sakit. Seorang dokter ICU membagikan pengalamannya menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer dalam kondisi jarak pandang terbatas di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Pengalaman tersebut dibagikan melalui akun Threads @kamalnasir_ dan menjadi perhatian warganet. Dalam unggahannya, dokter itu menyebut kabut asap yang ditemuinya kali ini merupakan kondisi terparah selama menjalani rutinitas pulang-pergi bekerja.
“Hampir 1,5 tahun pulang-pergi kerja sebagai dokter ICU, jarak rumah ke RS 30 km sekali jalan. Jujur, ini asap paling parah yang pernah saya temui selama ini,” tulisnya dalam utas yang diunggah melalui akun Threads @kamalnasir_, dikutip pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Ia mengatakan, kondisi tersebut berbeda dari hari-hari biasanya karena jarak pandang menjadi jauh lebih pendek. Kabut asap tidak hanya menghalangi pandangan di jalan, tetapi juga meninggalkan bau yang melekat pada pakaian yang dikenakannya.
“Biasanya jarang sampai pandangan pendek, tapi kali ini paling parah,” lanjutnya.
“Apa yang dilihat ini? Jarak pandang cuma segini. Ini sampai RS, scrub yang dipakai aja sudah bau asap,” sambungnya.
Pengendara Nyalakan Hazard saat Melintasi Kabut Asap
Dalam video yang menyertai unggahan tersebut, sejumlah pengendara terlihat menyalakan lampu hazard dan membunyikan klakson saat melintasi jalan yang diselimuti asap. Langkah itu dilakukan sebagai tanda keberadaan kendaraan di tengah terbatasnya jarak pandang.
Kendaraan juga harus melaju lebih perlahan karena pengemudi sulit melihat kondisi jalan di depan. Situasi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan apabila pengendara mempertahankan kecepatan tinggi atau tidak menjaga jarak aman.
Unggahan dokter ICU tersebut telah ditonton lebih dari 26 ribu kali. Pengalamannya memperlihatkan bagaimana kabut asap karhutla dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk perjalanan tenaga kesehatan menuju tempat kerja.
Artikel Terkait
Korban Karhutla Gunung Bromo Bertambah, Relawan Munawi Meninggal Usai Alami Luka Bakar di Atas 50 Persen
Karhutla Jadi Perhatian Pemerintah, Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Perusahaan Terlibat Bakal Ditindak Tegas
Api Karhutla Gunung Lawu Meluas Dekati Candi Cetho, 300 Personel Dikerahkan dan Water Bombing Terkendala Cuaca
Karhutla Papua Selatan Bakar Ladang Sagu di Merauke, Warga Adat Berjuang Selamatkan Warisan Leluhur
Api Karhutla Berkobar Dekati Kantor Pemkot Palangka Raya, Asap Hitam Pekat Membubung dari Belakang Gedung Dishub
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pelaku Karhutla, Sebut Pembakaran Hutan sebagai Terorisme Lingkungan