Kabut Asap Kalimantan Selatan Ganggu Dokter ICU, Kasus ISPA Tembus 10 Ribu per Minggu

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 23 Oktober 2026 | 21:41 WIB
Dokter ICU di Kalimantan Selatan membagikan kondisi kabut asap saat perjalanan ke rumah sakit. Kasus ISPA di daerah itu mencapai 10 ribu per minggu. (Threads/kamalnasir_)
Dokter ICU di Kalimantan Selatan membagikan kondisi kabut asap saat perjalanan ke rumah sakit. Kasus ISPA di daerah itu mencapai 10 ribu per minggu. (Threads/kamalnasir_)

 

KALIMANTAN SELATAN, Mediapriangan.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mengganggu perjalanan warga, termasuk tenaga medis yang harus tetap bertugas di rumah sakit. Seorang dokter ICU membagikan pengalamannya menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer dalam kondisi jarak pandang terbatas di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Pengalaman tersebut dibagikan melalui akun Threads @kamalnasir_ dan menjadi perhatian warganet. Dalam unggahannya, dokter itu menyebut kabut asap yang ditemuinya kali ini merupakan kondisi terparah selama menjalani rutinitas pulang-pergi bekerja.

“Hampir 1,5 tahun pulang-pergi kerja sebagai dokter ICU, jarak rumah ke RS 30 km sekali jalan. Jujur, ini asap paling parah yang pernah saya temui selama ini,” tulisnya dalam utas yang diunggah melalui akun Threads @kamalnasir_, dikutip pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Baca Juga: Karhutla Palangka Raya Berlangsung 3 Bulan, Petugas Temukan Botol Diduga Berisi Pertalite di Lokasi Kebakaran

Ia mengatakan, kondisi tersebut berbeda dari hari-hari biasanya karena jarak pandang menjadi jauh lebih pendek. Kabut asap tidak hanya menghalangi pandangan di jalan, tetapi juga meninggalkan bau yang melekat pada pakaian yang dikenakannya.

“Biasanya jarang sampai pandangan pendek, tapi kali ini paling parah,” lanjutnya.

“Apa yang dilihat ini? Jarak pandang cuma segini. Ini sampai RS, scrub yang dipakai aja sudah bau asap,” sambungnya.

Baca Juga: Karhutla Gunung Ciremai di Kuningan Belum Tuntas, 100 Personel Dikerahkan dan Helikopter Water Bombing Disiapkan

Pengendara Nyalakan Hazard saat Melintasi Kabut Asap

Dalam video yang menyertai unggahan tersebut, sejumlah pengendara terlihat menyalakan lampu hazard dan membunyikan klakson saat melintasi jalan yang diselimuti asap. Langkah itu dilakukan sebagai tanda keberadaan kendaraan di tengah terbatasnya jarak pandang.

Kendaraan juga harus melaju lebih perlahan karena pengemudi sulit melihat kondisi jalan di depan. Situasi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan apabila pengendara mempertahankan kecepatan tinggi atau tidak menjaga jarak aman.

Unggahan dokter ICU tersebut telah ditonton lebih dari 26 ribu kali. Pengalamannya memperlihatkan bagaimana kabut asap karhutla dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk perjalanan tenaga kesehatan menuju tempat kerja.

Baca Juga: Ignasius Jonan Balas Kritik Singapura dan Malaysia soal Karhutla RI, Singgung Perusahaan dan Ajak Atasi Asap

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X