Risiko stunting itu mencakup berbagai aspek seperti adanya calon pengantin (catin), kondisi ekonomi, keluarga rentan kekurangan gizi, ibu hamil, ibu yang memiliki balita dan lainnya.
Baca Juga: Piala Dunia U-20 2023 Bakal Digelar Di Bandung? Ini Yang Dilakukan Pemprov Jabar
"Kami terus melakukan upaya pencegahan agar anak-anak yang dilahirkan tidak menjadi anak stunting baru," kata Dadan.
Ditambahkan, berdasarkan hasil Rakernis dengan pemerintah pusat di Jakarta, dalam pencegahan stunting, ada kerangka gerakan nasional melalui sinergi unsur pemerintah, pengusaha dan kepolisian.
"Maka dengan kegiatan penyuluhan ini, kami menyampaikan terimakasih kepada Polres Tasikmalaya dan Dinas Kesehatan, yang sudah bersama-sama melakukan satu gerakan menuju Kabupaten Tasikmalaya zero stunting," ujar Dadan.***
Artikel Terkait
Jabar Zero Stunting, Bukan Hanya Tugas Pemerintah Saja Tapi Semua Elemen Masyarakat
Jabar Stunting Summit 2022 Dibuka Resmi Wakil Gubernur, TPPS Kabupaten Ciamis Hadir di Stand Expo JJS 2022
Paling Inovatif, Kabupaten Tasikmalaya Raih Penghargaan Konvergensi Penurunan Stunting
Peduli Stunting, PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya Buka Dapur Umum
Hadiri Launching Unsil Peduli Stunting, Pj. Wali Kota Tasik: Keluarga Asuh Pastikan Anak Tidak Lagi Stunting