Meskipun beberapa, seperti Stasiun Garut, tetap terjaga dengan baik, banyak yang lain mengalami perubahan yang menghilangkan karakteristik khasnya.
"Pecinan mengalami perubahan yang sangat cepat. Ketika saya melihatnya pada tahun 80-an, bangunan-bangunan khas Tionghoanya masih tampak di belakang Klenteng," terangnya.
Upaya pelestarian terus dilakukan, dengan fokus pada pendataan, penetapan cagar budaya, dan pemeliharaan.
Baca Juga: Pj Bupati Garut Akan Mengangkat Citra Kuliner Kue Balok Maranti Melalui Berbagai Acara Pemerintahan
Namun, Luna Aviantrini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, mengungkapkan beberapa hambatan, seperti kurangnya tenaga ahli, sosialisasi yang kurang maksimal, dan pembangunan kota yang pesat yang mengubah fungsi dan makna cagar budaya.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Luna menekankan pentingnya peningkatan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan ahli kebudayaan agar upaya pelestarian cagar budaya di Garut dapat berjalan dengan optimal.***