Komisi V Dorong Penurunan Angka Stunting di Jawa Barat, Program TOSS di Kabupaten Garut Menjadi Contoh Terbaik

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 2 Februari 2024 | 22:38 WIB
Komisi V dorong penurunan stunting di Jawa Barat, program (TOSS) di Kabupaten Garut bisa menjadi role model.   (Humas DPRD Jabar)
Komisi V dorong penurunan stunting di Jawa Barat, program (TOSS) di Kabupaten Garut bisa menjadi role model. (Humas DPRD Jabar)

 

 

Mediapriangan.com - Komisi V DPRD Jawa Barat memberikan apresiasi terhadap pencapaian Pemerintah Kabupaten Garut dalam menangani permasalahan stunting.

Melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Garut, penanganan permasalahan stunting dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, menerapkan konsep pentahelix.

Pemerintah Daerah Kabupaten Garut dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah bekerja keras dalam menurunkan angka stunting, berhasil mengurangi persentase dari 35.3% pada tahun 2021 menjadi 23.6% pada tahun 2022.

Baca Juga: Pj Bupati Garut Gencarkan Gerakan Zero Waste untuk Mewujudkan Kabupaten Garut yang Bersih dan Bebas Sampah

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Enjang Tedi, mengungkapkan apresiasi tersebut saat kunjungan kerja ke Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Garut pada Jumat, 2 Februari 2024.

Enjang menjelaskan bahwa program inovatif penurunan angka stunting di Kabupaten Garut dimulai dengan regulasi dari pemerintah kabupaten.

Mulai dari Perda, instruksi Bupati, dunia usaha, organisasi masyarakat, unsur TNI dan Polri, hingga DPRD Kabupaten, semuanya mendukung program penurunan angka stunting.

Baca Juga: Komisi I DPRD Jabar Dorong KPU Kabupaten Kuningan Tingkatkan Antisipasi Menanggulangi Potensi Hambatan Pemilu

"Ini suatu program yang sangat luar biasa, kerjasama pentahelix ini berhasil menurunkan angka stunting di Garut, membawa Kabupaten Garut mendapatkan insentif kebijakan fiskal sebagai pengakuan atas prestasi ini," ujar Enjang.

Enjang melanjutkan, komitmen kuat antarpihak untuk terus melakukan intervensi stunting sesuai dengan fungsinya masing-masing menjadi kunci kesuksesan. Langkah-langkah ini dilakukan hingga ke SKPD, yang telah berhasil mengurangi angka stunting dari 35.3% pada 2021.

"Salah satu program yang menjadi unggulan adalah Temukan Obati Sayangi balita Stunting (TOSS), yang berhasil menekan angka stunting dan akan tetap menjadi program prioritas di tahun 2024," tutup Enjang.

Baca Juga: Menggagas Transformasi BUMN Menjadi Badan Usaha Koperasi, Upaya AMIN Dorong Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X