Meskipun beberapa, seperti Stasiun Garut, tetap terjaga dengan baik, banyak yang lain mengalami perubahan yang menghilangkan karakteristik khasnya.
"Pecinan mengalami perubahan yang sangat cepat. Ketika saya melihatnya pada tahun 80-an, bangunan-bangunan khas Tionghoanya masih tampak di belakang Klenteng," terangnya.
Upaya pelestarian terus dilakukan, dengan fokus pada pendataan, penetapan cagar budaya, dan pemeliharaan.
Baca Juga: Pj Bupati Garut Akan Mengangkat Citra Kuliner Kue Balok Maranti Melalui Berbagai Acara Pemerintahan
Namun, Luna Aviantrini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, mengungkapkan beberapa hambatan, seperti kurangnya tenaga ahli, sosialisasi yang kurang maksimal, dan pembangunan kota yang pesat yang mengubah fungsi dan makna cagar budaya.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Luna menekankan pentingnya peningkatan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan ahli kebudayaan agar upaya pelestarian cagar budaya di Garut dapat berjalan dengan optimal.***
Artikel Terkait
Komisi V Dorong Penurunan Angka Stunting di Jawa Barat, Program TOSS di Kabupaten Garut Menjadi Contoh Terbaik
Sorotan Komisi V DPRD Jawa Barat dalam Mendukung Anak Terlantar, Peningkatan Layanan di PPSGRA Kabupaten Garut
Resmikan 911 Coffee, Pj Bupati Garut: Sinergi Pemerintah Kabupaten Garut untuk Pertumbuhan Pesat Wisata Kuliner
Darurat Bencana di Kabupaten Garut, Longsor dan Angin Puting Beliung Melanda Sejumlah Daerah
Camat Cigedug Sosialisasi Gerakan Zero Waste, H Suhud: Komitmen untuk Kebersihan Lingkungan di Kabupaten Garut
OpenSR Resmi Diluncurkan, Inovasi Teknologi Membuka Pintu Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Garut