Mediapriangan.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan dari DPR RI, kali ini terkait aspek keamanan dari tempat makan yang digunakan dalam pelaksanaannya.
Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, mendesak agar Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) segera menetapkan standar teknis minimum untuk peralatan makan MBG, khususnya food tray.
Menurut Nurhadi, ada kekhawatiran terhadap kandungan bahan berbahaya dalam food tray impor yang kini digunakan.
Nurhadi mencontohkan adanya praktik penyemprotan bahan logam agar menyerupai stainless steel, yang justru dapat membahayakan kesehatan dalam jangka panjang.
“Indikasinya, food tray disemprot bahan tertentu supaya terlihat seperti stainless, padahal kandungan logam berbahayanya tinggi. Setelah beberapa bulan bisa luntur dan mencemari makanan,” ujar Nurhadi dalam rapat bersama BGN dan BPOM di Gedung DPR, Rabu 21 Mei 2025.
Ia menekankan pentingnya penyusunan standar keamanan oleh BGN dan BPOM, agar seluruh peralatan makanan yang digunakan tidak hanya tahan panas dan mudah dibersihkan, tapi juga anti-toksik dan memenuhi standar food grade.
“Perlu ditetapkan standar teknis minimum yang wajib dipenuhi oleh produsen, terutama untuk food tray. Ini menyangkut langsung pada kesehatan anak-anak yang menerima MBG,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nurhadi mengusulkan agar dilakukan sertifikasi nasional untuk produk lokal yang dinilai memenuhi kriteria keamanan pangan.
Ia juga mendorong agar proses pengadaan dalam program MBG lebih berpihak pada produk dalam negeri.
“Kalau kita pakai produk lokal yang bersertifikasi dan memenuhi standar, kita bisa jaga kesehatan sekaligus bantu UMKM tumbuh,” tambahnya.