Mediapriangan.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya angkat suara menanggapi kritik pedas dari anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly, yang sempat menyebutnya sebagai "Gubernur Lambe Turah" dalam rapat di Gedung Parlemen.
Pernyataan kontroversial itu muncul saat Andi mengomentari absennya perwakilan dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Barat dalam ajang Festival Olahraga Nasional (Fornas).
Ia menilai, sebagai kepala daerah, Dedi semestinya mendukung penuh kegiatan olahraga masyarakat.
“Kalau Pak Dedi Mulyadi, Gubernur ‘Lambe Turah’, macam-macam, dia mengatakan saya akan memberi ongkos seluruh UMKM sepuluh juta kalau dia bisa vasektomi,” ujar Andi dalam nada sindiran tajam saat rapat yang digelar pada Rabu, 21 Mei 2025.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung komitmen pemerintah daerah yang menurutnya kurang nyata dalam mendukung event nasional dua tahunan tersebut.
Menanggapi sindiran tersebut, Dedi memilih bersikap santai. Ia menyatakan tidak keberatan dengan label "Gubernur Lambe Turah" yang dialamatkan kepadanya.
“Tidak apa-apa saya dijuluki Gubernur Lambe Turah, karena saat ini rata-rata orang juga mengikuti Lambe Turah,” ujar Dedi saat menghadiri kegiatan "Abdi Nagri Nganjang Ka Warga" di Kabupaten Majalengka.
Menurutnya, label atau julukan hanyalah bagian dari dinamika publik dan politik yang tak perlu dibesar-besarkan. Baginya, yang jauh lebih penting adalah konsistensi untuk menepati janji kepada masyarakat.
“Julukan apapun kepada saya tidak penting, yang penting janji saya kepada rakyat dapat terwujud,” tegas Dedi, menunjukkan fokusnya pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.
Pernyataan Dedi pun mendapat beragam reaksi dari publik, sebagian mendukung sikap tenangnya, sementara sebagian lainnya menyoroti pentingnya komunikasi dan partisipasi aktif pemerintah daerah dalam ajang nasional seperti Fornas.***