“Mau dipesantrenkan atau di pengadilan (penjara)? Kalau mau pesantren, bisa dibawa ke pesantren milik Bu Kapolresta,” ucap Dedi, memberi pilihan kepada pelaku.
Ia juga menambahkan bahwa bagi mereka yang benar-benar ingin berubah, ada kesempatan untuk mendapatkan pelatihan dan bahkan pekerjaan.
“Tapi kamu latihan dulu sama Bu Kapolres,” tutur Dedi.
Tak berhenti di kantor polisi, Gubernur Jawa Barat itu juga mengunjungi rumah warga yang menjadi korban pelemparan.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi turut memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak aksi vandalisme geng motor.
Langkah Dedi ini menuai berbagai reaksi positif karena menampilkan sisi tegas sekaligus humanis dari seorang pemimpin daerah dalam menangani persoalan sosial yang kompleks.***