Mediapriangan.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi langsung protes sejumlah pekerja tambang Gunung Kuda, Cirebon, yang kehilangan mata pencaharian setelah izin usaha pertambangan dicabut menyusul tragedi longsor mematikan pada 30 Mei 2025.
Dalam sebuah tayangan di kanal YouTube KDM Channel yang dipublikasikan pada Senin, 2 Juni 2025, tampak beberapa pekerja mendatangi Dedi untuk menyampaikan keluh kesah mereka.
“Pak, kami sebagai kuli tambang,” ujar salah satu dari mereka.
Menjawab keluhan tersebut, Dedi menyatakan dirinya saat ini lebih fokus menyelesaikan masalah besar terlebih dahulu, yakni penanganan korban jiwa akibat longsor di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
“Kan musibah, kalau sekarang saya harus menyelesaikan yang besar dulu,” jawabnya.
Dedi pun menyarankan agar para pekerja tambang dapat segera mencari pekerjaan lain yang masih sesuai dengan kemampuan mereka. Ia menyebutkan beberapa alternatif yang bisa dilakukan.
"Kuli kan Bapak bisa ganti, kuli bangunan, kuli nyangkul, kuli tenaga kebersihan. Banyak pekerjaan," ujarnya.
Pernyataan Dedi kemudian menegaskan perbedaan dampak dari insiden tersebut, antara kehilangan pekerjaan dan kehilangan nyawa.
"Bapak nangis karena kehilangan pekerjaan, orang lain nangis karena kehilangan nyawa Pak," tegasnya.
Meski begitu, salah satu pekerja tetap mengungkapkan kegelisahannya karena harus memikirkan kebutuhan makan sehari-hari.
Artikel Terkait
Tragedi Longsor Tambang Gunung Kuda Tewaskan Pekerja, Kang Dedi Mulyadi Minta Tambang Ditutup Sebelum Izin Habis!
Longsor Gunung Kuda Tewaskan 14 Orang, Sekda Jabar Siapkan Santunan dan Lanjutkan Pencarian Korban Hilang
Pencarian Korban Longsor Gunung Kuda Cirebon Ditunda, Sekda Jabar Pastikan Dilanjut Jika Lokasi Sudah Aman
14 Tewas Akibat Longsor Tambang Gunung Kuda, Pemkab Cirebon Didesak Tetapkan Status Darurat oleh Pemprov Jabar