Tragedi Longsor Tambang Gunung Kuda Tewaskan Pekerja, Kang Dedi Mulyadi Minta Tambang Ditutup Sebelum Izin Habis!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 04:58 WIB
Gubernur Jawa Barat perintahkan untuk menutup tambang batu alam Gunung Kuda dari aktivitas pertambangan.  (Facebook/MamathUni)
Gubernur Jawa Barat perintahkan untuk menutup tambang batu alam Gunung Kuda dari aktivitas pertambangan. (Facebook/MamathUni)

Mediapriangan.com - Insiden longsor mematikan terjadi di kawasan tambang batu alam Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat, 30 Mei 2025.

Peristiwa nahas ini menelan korban jiwa dan menuai sorotan publik, termasuk dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Menanggapi tragedi tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi langsung menginstruksikan agar kegiatan penambangan di lokasi tersebut dihentikan secara total.

Baca Juga: Dulu Ajudan Presiden Jokowi, Kini Panglima di Ibu Kota, Inilah Kiprah Militer Mayjen TNI Deddy Suryadi

Dedi menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan bisnis.

Lewat akun media sosial pribadinya, Kang Dedi menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa para pekerja tambang.

Dalam unggahannya, ia juga mengungkapkan bahwa ia sudah pernah meninjau langsung lokasi tambang tersebut jauh sebelum menjabat sebagai Gubernur.

Baca Juga: Presiden Macron Coba Sentuh Patung Buddha di Candi Borobudur Fadli Zon Sebut Beliau Kagum dan Ingin Lebih Lama di Sini

"Beberapa waktu lalu saat saya sebelum menjadi gubernur saya pernah datang ke penambangan galian C,” ujar Dedi dalam unggahannya, Jumat 30 Mei 2025.

“Saya melihat itu sangat berbahaya tidak memenuhi unsur standarisasi keamanan," imbuhnya.

Dedi menjelaskan bahwa pada saat kunjungan tersebut, ia belum memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas tambang yang dinilainya berisiko tinggi.

Baca Juga: Macron Kunjungi Candi Borobudur Bareng Prabowo, Kagumi Budaya dan Luncurkan Kemitraan Budaya Indonesia-Prancis

Meski izin usaha tambang tersebut masih aktif hingga Oktober 2025, Kang Dedi menekankan pentingnya menghentikan operasi tambang demi mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak.

Lebih lanjut, ia turut menyampaikan doa untuk para korban dan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X