“Mau dipesantrenkan atau di pengadilan (penjara)? Kalau mau pesantren, bisa dibawa ke pesantren milik Bu Kapolresta,” ucap Dedi, memberi pilihan kepada pelaku.
Ia juga menambahkan bahwa bagi mereka yang benar-benar ingin berubah, ada kesempatan untuk mendapatkan pelatihan dan bahkan pekerjaan.
“Tapi kamu latihan dulu sama Bu Kapolres,” tutur Dedi.
Tak berhenti di kantor polisi, Gubernur Jawa Barat itu juga mengunjungi rumah warga yang menjadi korban pelemparan.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi turut memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak aksi vandalisme geng motor.
Langkah Dedi ini menuai berbagai reaksi positif karena menampilkan sisi tegas sekaligus humanis dari seorang pemimpin daerah dalam menangani persoalan sosial yang kompleks.***
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Tanggapi Julukan ‘Mulyono Jilid 2’, Akui Tak Masalah Disamakan dengan Jokowi yang Sama-Sama Blusukan
Tragedi Longsor Tambang Gunung Kuda Tewaskan Pekerja, Kang Dedi Mulyadi Minta Tambang Ditutup Sebelum Izin Habis!
Didatangi Suporter Persikas, Dedi Mulyadi Diberi Permintaan Mengejutkan, 'Sama Bapak Saja Jadi Investornya'
Resmi Berlaku Juni 2025! Dedi Mulyadi Larang Pelajar Keluar di Atas Jam 21.00, Pemprov Jabar Tak Akan Bantu Jika Tawuran
Dedi Mulyadi Instruksikan Sekolah di Jawa Barat Masuk Jam 6 Pagi Senin-Jumat, Libur Sabtu Minggu Demi Generasi Emas
Dedi Mulyadi Disorot Usai Balas Protes Pekerja Tambang Gunung Kuda, Bapak Nangis, Tapi Ada yang Kehilangan Nyawa!