Mediapriangan.com - Pemerintah Kabupaten Ciamis menaruh perhatian serius terhadap bencana longsor yang terjadi di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, pada Minggu, 8 Mei 2025 lalu.
Pasca musibah longsor, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya langsung memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) untuk merumuskan penanganan lanjutan, yang digelar di OP Room Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, pada Selasa 10 Juni 2025.
Dalam rapat tersebut hadir sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Kepala BPBD, Kepala Dinas PUPRP, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Badan Keuangan Daerah, hingga perwakilan PT KAI dan kepala desa setempat.
Bupati Herdiat mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi di lokasi kejadian yang dinilai sangat rawan. Ia menyebut, jika hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut, potensi longsor susulan sangat besar.
“Disana sangat mengkhawatirkan, apabila hujannya intensitas tinggi, khawatir akan ada longsor susulan. Ada beberapa rumah yang terancam berdekatan dengan area yang sudah tertimbun area longsor,” ujarnya.
Sejauh ini, berbagai langkah darurat sudah diambil, termasuk pengangkutan material longsor dan pemasangan tanggul penahan tanah (TPT).
Namun, lokasi longsor yang berada di jalur rel kereta api membuat penanganan menjadi lebih mendesak karena berisiko menimbulkan kecelakaan fatal.
“Kami sudah melakukan pengangkutan material longsor dan memasang TPT (Tanggul Penahan Tanah). Namun, lokasi tersebut sangat berbahaya karena berada di jalur kereta api yang bisa menimbulkan kecelakaan fatal jika tidak segera ditangani,” tambah Bupati.
Bupati Herdiat juga menekankan pentingnya sinergi semua pihak, termasuk PT KAI, dalam penanganan bencana ini.