hukum

Skandal Chromebook Rp9,9 Triliun Era Nadiem Makarim, Ini 4 Fakta Terbaru dari Klarifikasi, Peran Kejaksaan hingga Alasan

Rabu, 11 Juni 2025 | 16:52 WIB
Eks Mendikbudristek RI, Nadiem Makarim. (Instagram.com/@nadiem_makariem)

Mediapriangan.com - Dugaan korupsi dalam proyek pengadaan laptop Chromebook senilai Rp9,9 triliun yang berlangsung di masa jabatan Nadiem Makarim sebagai Mendikbudristek, kini memasuki babak baru.

Kasus yang telah naik ke tahap penyidikan oleh Kejaksaan Agung sejak 20 Mei 2025 ini terus menjadi sorotan publik.

Menanggapi situasi tersebut, Nadiem akhirnya memberikan pernyataan resmi di hadapan media. Ia menegaskan sikap terbuka terhadap proses hukum dan menyatakan kesiapan untuk memberikan klarifikasi jika diperlukan.

Baca Juga: Laptop Chromebook Rp9,9 Triliun Disorot Jaksa, Nadiem Makarim Siap Bantu dan Tegaskan Tak Pernah Toleransi Korupsi

“Saya menghormati dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang sedang berlangsung. Penegakan hukum yang adil dan transparan adalah fondasi negara demokratis,” ujar Nadiem saat konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 11 Juni 2025.

Tak hanya menyatakan dukungan, Nadiem juga memastikan dirinya siap dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum.

“Saya siap bekerja sama dan memberikan keterangan atau klarifikasi apabila diperlukan,” lanjutnya.

Baca Juga: Belum Waktunya! Komisi III DPR Tolak Legalisasi Kasino, Soroti Kultur Bangsa dan Prioritas Lawan Korupsi

Mantan CEO Gojek itu turut menjelaskan konteks pengadaan perangkat digital tersebut.

Menurutnya, kebijakan itu diambil sebagai respons atas krisis pembelajaran selama masa pandemi Covid-19.

“Saat pandemi melanda, terjadi krisis pendidikan global. Kami melakukan pengadaan TIK, termasuk laptop, untuk memastikan siswa tetap bisa belajar,” jelasnya.

Baca Juga: Baznas Jabar Bantah Keras Tuduhan Korupsi Rp11 Miliar, Audit Resmi Nyatakan Tak Ada Penyelewengan Dana

Dalam rentang waktu 2019 hingga 2022, Nadiem menyebut pihaknya telah menyalurkan lebih dari satu juta unit perangkat ke sekolah-sekolah.

“Kemendikbudristek mengadakan 1,1 juta unit laptop beserta modem 3G dan proyektor untuk lebih dari 77.000 sekolah,” sebutnya.

Halaman:

Tags

Terkini