Lebih lanjut Politisi PPP ini mengemukakan, jumlah ruang kelas PAUD sebanyak 790 ruang dengan kondisi rusak ringan dan rusak berat sebanyak 563 ruang. Kemudian jumlah ruang kelas SD sebanyak 7.006 ruang, dengan kondisi rusak ringan dan rusak berat sebanyak 5.633 ruang.
“Untuk ruang kelas SMP sebanyak 2.664 ruang dengan kondisi rusak ringan sampai berat sebanyak 1.643 ruang,” ujarnya.
Pada sektor kesehatan kata Cecep, dalam pelayanan kesehatan dasar, Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah 39 kecamatan dan 351 desa, terdapat 40 puskesmas, 167 puskesmas pembantu dan 2.429 posyandu.
Dari 40 puskesmas itu, baru terdapat 21 puskesmas dengan tempat perawatan (DTP) dan 29 puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (Poned).
Di Kabupaten Tasikmalaya ini baru terdapat 2 RSUD yaitu RUSD KHZ Musthafa dan RSUD Rani dan Nelayan di Cikatomas serta satu rumah sakit swasta, yaitu rumah sakit ibu dan anak Respati. Sehingga belum memenuhi standar kementerian kesehatan RI terkait rasio rumah sakit.
“Rasio rumah sakit terhadap penduduk yaitu 1 berbanding 100.000 jiwa. Dengan jumlah penduduk 1.920.921 jiwa di Kabupaten Tasikmalaya ini idealnya terdapat 19 rumah sakit,” kata Cecep.
Oleh karena itu tegas Cecep, pihaknya sangat berharap bimbingan dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya. Gubernur Dedi Mulyadi untuk ikut menjawab berbagai ketertinggalan, terutama di sektor pendidikan, infrastruktur dasar dan kesehatan.
“Bukan bantuan semata yang kami minta, tetapi kemitraan yang setara, bimbingan yang terus menyala, dan keberpihakan yang nyata untuk wilayah priangan timur yang selama ini diharapkan lebih terdengar gaungnya,” harapnya.***