Mediapriangan.com - Kasus Bullying Tangsel di SMPN 19 Tangsel kembali memicu perhatian luas setelah seorang siswa berinisial MH (13) dinyatakan meninggal dunia. Sebelumnya, korban sempat menjalani perawatan intensif di ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan, usai dibawa dari RS Colombus BSD dalam kondisi koma.
Pihak keluarga menyebut MH tidak pernah sadar sejak pertama kali tiba di rumah sakit. Kondisi itu disampaikan Rizky Fauzi, kakak sepupu korban, saat ditemui di Tangerang Selatan.
"Adik sepupu saya meninggal dunia masih di ruang ICU dari semenjak pas masuk ke RS Fatmawati di Jumat-Minggu lalu," terang Rizky.
"Sebelumnya sempat dirawat di RS Colombus BSD. Kalau dari dokter sendiri pun belum bisa ungkap, karena adik sepupu masih koma," tambahnya.
Menurut keluarga, laporan resmi ke kepolisian belum dibuat karena mereka masih fokus pada prosesi pemakaman. Namun, mereka menyebut KPAI sudah menginformasikan rencana pemberian sanksi kepada pihak sekolah.
"Yang saya dengar KPAI mau memberi sanksi ke sekolah. Kalau dari pihak keluarga belum melaporkan, karena kita lagi fokus ke sini," kata Rizky.
Baca Juga: Ruben Onsu Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Difitnah Akun TikTok hingga Jadi Korban Bullying di Medsos
Pernyataan ini semakin menegaskan perhatian publik terhadap Kasus Bullying Tangsel yang melibatkan siswa SMPN 19 Tangsel dan kini masuk dalam fokus pengawasan KPAI.
Setelah kabar duka tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan ikut melakukan pendalaman atas dugaan tindak kekerasan yang menimpa korban.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, hadir langsung dalam pemakaman MH di Serpong sebagai bentuk dukungan moral kepada keluarga.
“Saya hadir mewakili Pemerintah Kota Tangerang Selatan ke pemakaman MH yang meninggal menyampaikan duka dan mendoakan kubur," ujar Pilar.
"Alhamdulillah prosesi berjalan lancar didampingi kepala dinas dan anggota dewan,” sambungnya.