Pilar menyatakan dukungan penuh Pemkot terhadap penyelidikan aparat terkait Kasus Bullying Tangsel ini, yang diduga terjadi di lingkungan SMPN 19 Tangsel dan kini mendapat penanganan KPAI.
“Kami dari Pemkot Tangsel tentu mengucapkan turut berduka cita. Mudah mudahan almarhum diberi terang kubur dan segala ibadahnya diterima Allah,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan KPAI untuk memperkuat perlindungan anak di sekolah-sekolah.
“Sejauh ini, Dinas Pendidikan selalu melakukan sosialisasi dan koordinasi agar tidak terjadi perlakuan bullying terhadap siswa," sebut Pilar.
"Dalam konteks permasalahan hari ini, kami mengucapkan duka cita yang sedalam dalamnya kepada keluarga,” pungkasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari penanganan serius Pemerintah Kota Tangerang Selatan terhadap Kasus Bullying Tangsel yang terus menjadi sorotan.
Dalam informasi sebelumnya, MH menjalani perawatan sejak Kamis pekan lalu setelah muncul dugaan bahwa ia mengalami Dugaan Pemukulan Siswa oleh teman sebangkunya.
Selama lebih dari satu minggu di rumah sakit, kondisi MH terus menurun sebelum akhirnya dinyatakan meninggal pada Minggu pagi pukul 06.00 WIB.
Kuasa hukum keluarga, Alvian Adji Nugroho, turut menjelaskan kronologi kabar duka tersebut.
"Kabar duka ini disampaikan pihak keluarga, bilang MH sudah tidak ada saat dibangunkan," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa korban tidak memiliki riwayat penyakit bawaan.
“Tidak ada riwayat sakit,” kata Alvian.