"Tindakan yang digambarkan dilakukan oleh karyawan kami tersebut adalah tindakan yang tidak merepresentasikan nilai-nilai dan budaya kerja perusahaan kami secara keseluruhan," imbuh pihak Daidan.
Tidak hanya itu, manajemen menyampaikan keprihatinannya atas pemutusan hubungan kerja terhadap petugas KAI yang ikut terseret dalam polemik ini.
"Kami turut prihatin atas pemutusan hubungan kerja yang dialami oleh karyawan perusahaan angkutan publik tersebut," ujar pihak Daidan.
"Dan sangat mengapresiasi, setiap tindakan empati dan solidaritas, berkaitan dengan kasus ini," tutupnya.
Suami Anita Ikut Terdampak, Tempat Kerja Beri Respons
Viralnya kasus ini juga menyeret nama suami Anita, Alvin Harris, yang bekerja di Roemah Koffie.
Warganet sempat mendesak tempat kerja Alvin untuk memberi sanksi serupa hingga membanjiri akun resmi perusahaan.
Merespons situasi itu, Roemah Koffie akhirnya buka suara dan menyatakan tengah berkomunikasi serta melakukan rekonsiliasi dengan pihak-pihak yang terdampak.
"Kami memastikan bahwa setiap langkah yang kami tempuh senantiasa berlandaskan pada kebenaran dan kebaikan," tulis manajemen Roemah Koffie pada Kamis, 27 November 2025.
"Harapan kami, proses ini dapat menjaga empati dan rasa hormat yang selama ini menjadi nilai yang ingin kita junjung bersama," lanjut manajemen.
Kronologi Awal: Dari Tudingan ke Permintaan Maaf
Kasus ini bermula ketika Anita menuding adanya kelalaian petugas KRL lantaran tumbler miliknya tidak ditemukan meski tas sudah diamankan.
Padahal petugas sempat mengirim foto kondisi tas dan seluruh isinya, termasuk tumbler Tuku yang dimaksud, sebelum tas tersebut disimpan sesuai prosedur.