Ia juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap anaknya yang harus berjalan jauh melalui medan sulit demi mencari bantuan makanan.
"Makan dan lainnya tidak usah, anak saya mencari jauh-jauh, kasihan," tandasnya.
Kisah pengungsi bencana banjir bandang Aceh Tamiang tersebut kembali mengingatkan pentingnya perhatian dan bantuan berkelanjutan bagi para korban yang hingga kini masih berjuang di tengah keterbatasan.***