Ia juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap anaknya yang harus berjalan jauh melalui medan sulit demi mencari bantuan makanan.
"Makan dan lainnya tidak usah, anak saya mencari jauh-jauh, kasihan," tandasnya.
Kisah pengungsi bencana banjir bandang Aceh Tamiang tersebut kembali mengingatkan pentingnya perhatian dan bantuan berkelanjutan bagi para korban yang hingga kini masih berjuang di tengah keterbatasan.***
Artikel Terkait
BNPB Perbarui Data Korban Banjir-Longsor Sumatera, 916 Meninggal dan Pemulihan Layanan Kesehatan Dikebut
Sorotan Gubernur Mualem untuk Penanganan Banjir Aceh Tamiang, Kritik BNPB Makin Menguat
Gubernur Aceh Mualem Minta Mendagri Tindak Tegas Pedagang Nakal di Tengah Banjir
Desa Sekumur Lenyap Diterjang Banjir Bandang, Investigasi BNPB Ungkap 57 Korban Jiwa
Investigasi Bareskrim Soal Kayu Garoga, Banjir Bandang Sumut Picu Pemeriksaan PT TBS
Sisi Lain Banjir Bandang Aceh, Pengungsi Pria Pakai Daster demi Hangatkan Diri di Posko Pengungsian