daerah

Jalan Kaki 9 Jam Tembus Banjir, Ibu Tapanuli Tengah Berjuang Demi Sembako untuk Keluarga

Senin, 22 Desember 2025 | 06:49 WIB
Perjuangan ibu Tapanuli Tengah jalan kaki 9 jam demi sembako di tengah banjir menyentuh hati warganet. (TikTok/Apa Aja)

 

Mediapriangan.com - Di tengah dampak banjir yang melanda wilayah Sumatera, kisah perjuangan seorang ibu Tapanuli Tengah mencuri perhatian publik. Ia harus mengerahkan seluruh tenaganya demi mendapatkan sembako untuk keluarga, dengan menempuh perjalanan ekstrem di tengah kondisi pascabanjir.

Perjuangan ibu Tapanuli Tengah tersebut terekam dalam sebuah video amatir yang kemudian beredar luas di media sosial. Rekaman itu diunggah akun TikTok apa aja pada Sabtu, 20 Desember 2025, dan memperlihatkan kondisi nyata sulitnya distribusi sembako di daerah terdampak banjir.

Dalam video itu, ibu Tapanuli Tengah terlihat memanggul sembako di pundaknya sambil berjalan menyusuri jalur yang sulit dilalui kendaraan. Akses jalan yang rusak akibat banjir memaksa warga setempat hanya mengandalkan kekuatan kaki.

Baca Juga: Warga Pidie Jaya Bertahan di Sisa Banjir Aceh, Lumpur Setengah Rumah Kuras Tenaga dan Kesehatan

Meski terlihat kelelahan setelah berjalan kaki 9 jam, ibu Tapanuli Tengah tetap berusaha tegar. Ia bahkan merekam perjalanannya sendiri sembari menyampaikan rasa syukur atas bantuan sembako yang diterimanya.

"Terima kasih buat sembakonya," ucap wanita tersebut dengan suara terengah.

Ia kemudian menjelaskan bahwa perjalanan pulang masih panjang dan penuh risiko akibat kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut.

"Ini kami sudah perjalanan pulang, semoga tidak hujan ya," lanjutnya.

Baca Juga: Meski Diterpa Banjir, Warga Aceh Mengaku Lebih Sedih Lihat Gaza, Solidaritas untuk Palestina Tuai Haru

Bagi ibu Tapanuli Tengah, sembako yang dibawanya bukan sekadar bantuan, melainkan harapan untuk bertahan hidup di tengah situasi banjir. Ia menyadari bahwa tenaga menjadi satu-satunya modal untuk menembus jalur pascabanjir yang berat.

"Kami butuh tenaga, untuk perjalanan kami butuh waktu sembilan jam, semangat," kata wanita tersebut, menyemangati diri sendiri.

Di akhir video, ibu Tapanuli Tengah menyampaikan harapan agar perjalanannya berjalan aman. Risiko banjir susulan dan longsor masih membayangi langkahnya selama perjalanan membawa sembako.

Baca Juga: Warga Aceh Tamiang Murka, Kayu Bernomor di Sisa Banjir Saja Diangkut, Dugaan Tebang Pilih Jadi Sorotan

Halaman:

Tags

Terkini