"Doakan semoga perjalanan kami aman-aman, tidak ada bahaya," pungkasnya.
Kisah ibu Tapanuli Tengah ini menjadi potret nyata betapa beratnya perjuangan warga di daerah terdampak banjir. Untuk mendapatkan sembako, mereka harus menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki 9 jam di tengah keterbatasan dan ancaman bahaya pascabanjir.***
Artikel Terkait
Pengungsi Aceh Tamiang Rasakan Kebahagiaan Sederhana, Sebungkus Nasi Padang di Tengah Banjir Aceh Tamiang
Bikin Haru, Bocah Pengungsi Aceh Korban Banjir Minta Baju dengan Senyum dan Ucapan Syukur
Influencer Vilmei Terisak Tinggalkan Lokasi Banjir Bandang Aceh Tamiang, Dikuatkan Warga, Jangan Menangis, Kami Bahagia
Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi Terbukti Tekan Banjir Jakarta, Kementerian PU Ungkap Dampak Nyata
Pengungsi Aceh Korban Banjir Sumatera Minta Sajadah untuk Ibunya, Kisah Bocah Ini Mengundang Haru
Desa Simaninggir Tapanuli Tengah Terisolir Akibat Banjir, Warga Lewati Hutan Curam Demi Jemput Bantuan