Ia menjelaskan bahwa penanganan medis pascabanjir harus disesuaikan dengan jenis penyakit yang muncul, termasuk Penyakit Kulit Pascabanjir yang kerap dialami Warga Tamiang Hulu akibat Krisis Air Bersih.
“Lini pertama itu (dokter) penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bencana banjir. Banjir itu air, misalnya terhirup ke paru-paru, termakan ke saluran cerna, kena mata jadi penyakit mata, kena kulit jadi penyakit kulit,” paparnya.
“Jadi, lini pertama dokter itu berbeda. Jadi, yang harus dikirim itu misalnya penyakit dalam, penyakit paru, kemudian dokter mata, dokter kulit,” tukasnya.
Kondisi tersebut menegaskan bahwa penanganan Krisis Air Bersih harus menjadi prioritas agar risiko Penyakit Kulit Pascabanjir dan ancaman kesehatan lain yang dialami Warga Tamiang Hulu tidak semakin meluas.***