daerah

Harga Telur di Kota Tasikmalaya Tembus Rp32 Ribu, Warga Beralih Beli Telur Pecah Jelang Tahun Baru

Rabu, 31 Desember 2025 | 15:55 WIB
Harga telur di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya naik hingga Rp32 ribu per kilogram, memaksa warga memilih telur pecah yang lebih terjangkau. Seorang penjual telur di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya. (Dok. Asep M.S)

 

 

Mediapriangan.com - Jelang pergantian tahun baru 2025-2006, harga sejumlah komoditas pasar di sejumlah pasar tradisional di Kota Tasikmalaya mengalami kenaikan.

Sejumlah pedagang mengaku, kenaikan sejumlah komoditas barang disebabkan adanya peningkatan permintaan oleh masyarakat mejelang perayaan pergantian tahun.

Pantauan dilapangan, Rabu 31 Desember 2025, di Pasar Induk Cikurubuk Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, kenaikan harga mulai terjadi pada beberapa komoditas pasar seperti sayuran, cabai dan telor.

Baca Juga: Ribuan Botol Miras dan Knalpot Brong Dimusnahkan di Kota Tasikmalaya Jelang Tahun Baru 2026

Di Pasar Cikurubuk, harga cabai jenis cabai rawit domba mencapai Rp 90.000 per Kg. Padahal menurut pedagang, sebelumnya harga cabai rawit jenis domba paling tinggi dijual Rp 30.000 per Kg.

Selain itu, cabai yang harganya juga cukup tinggi adalah cabai merah keriting. Harga cabai jenis itu kini dijual Rp 75.000 per kg. Sedangkan untuk cabai merah besar biasa, kini harganya rata-rata dijual Rp 65.000 per kg.

Komoditas pasar lainnya yang harganya cukup tinggi terjadi pada harga telur ayam. Harga telur ayam di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya mencapai Rp 29.000 hingga Rp 32.000 per kilogramnya.

Baca Juga: Wali Kota Viman Resmikan Tatang Pahat sebagai Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya 2025-2030

Kenaikan harga telur yang terjadi saat ini tentu saja dikeluhkan masyarakat khususnya masyarakat kelas menengah dan bawah.

Atas tingginya harga telur, mereka terpaksa mengurangi pembelian telur ayam untuk kebutuhan kesehariannya.

Bahkan guna mengakali harga telur yang cukup tinggi, banyak juga warga yang terpaksa membeli telur pecah yang harganya relatif lebih murah.

"Ya mau gimana lagi pak, anak saya setiap makan harus ada telur, kalau beli telur utuh kan sekarang hargaya terus naik. Makanya saya terpaksa membeli telur pecah yang harganya lebih murah," ujar Rini (51), warga Kelurahan Sambong Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (31/12/2025).

Halaman:

Tags

Terkini