Harga Telur di Kota Tasikmalaya Tembus Rp32 Ribu, Warga Beralih Beli Telur Pecah Jelang Tahun Baru

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Rabu, 31 Desember 2025 | 15:55 WIB
Harga telur di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya naik hingga Rp32 ribu per kilogram, memaksa warga memilih telur pecah yang lebih terjangkau. Seorang penjual telur di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya. (Dok. Asep M.S)
Harga telur di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya naik hingga Rp32 ribu per kilogram, memaksa warga memilih telur pecah yang lebih terjangkau. Seorang penjual telur di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya. (Dok. Asep M.S)

Baca Juga: Rilis Akhir Tahun 2025 Polres Tasikmalaya, Kasus Kriminal Naik 13 Persen, Penyelesaian Capai 80 Persen

Rini mengatakan, harga telur pecah dihargai oleh para pedagang telur Rp 25.000 per kilo gram atau Rp 2.500 per butir.

"Ya lumayan pak lah dari pada harus beli telur yang bagus yang harganya sekarang Rp 30.000 lebih,"katanya.

"Itupun belinya harus pagi-pagi sekali, kalau agak siang sedikit ga akan kebagian, " ujarnya menambahkan.

Hanya saja kata dia, untuk membeli telur pecah sudah aga sulit dikerenakan jarang pedagang yang menjual dalam jumlah banyak. Apalagi kata dia, selain dirinya banyak juga warga lainnya yang juga membeli telur pecah.

Baca Juga: Kabupaten Ciamis Borong Penghargaan Akhir 2025, Bupati Herdiat Tegaskan Capaian Bukan Tujuan Utama

"Ya harus rebutan sekarang mah pak, karena yang lain juga banyak yang beli, mungkin karena harganya jauh lebih murah," ujarnya.

Hal yang sama dialami para pengrajin makanan olahan rumahan yang salah satu bahan bakunya telur ayam. Bagi pengrajin kue, kenaikan harga telur yang tinggi berimbas langsung pada keberlangsungan usaha mereka.

Bahan baku utama seperti telur yang harganya tinggi memaksa para pelaku usaha kecil seperti perajin kue memutar otak agar tidak merugi atau bahkan gulung tikar. 

Baca Juga: Malam Tahun Baru 2026, Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya Ditutup untuk Kendaraan Bermotor

Pengrajin sedikit merubah komposisi resep seperti menggunakan lebih sedikit telur atau menggunakan harga telur yang lebih murah seperti telur retak tapi kualitasnya masih bagus.

"Ya terpaksa itu kami lakukan, kalau tidak ya usaha tidak akan ada untungnya. Kalau untuk menaikkan harga, saat ini berat karena daya beli masyarakat juga sedang tidak baik-baik saja, " Ujar Ny Teti(42) salah seorang pengrajin kue rumahan warga Karsamenak Kawalu Kota Tasik.

Teti mengaku, sebagai pengrajin kue rumahan, dirinya sangat kewalahan dengan mahalnya harga telur yang mulai menyentuh harga lebih dari Rp 30.000 per kg."

Baca Juga: Bekti Alamsyah Resmi Dilantik Jadi Direksi Perumda Tirta Sukapura, Bupati Tasikmalaya Titipkan Tantangan 2025-2030

Setiap harinya saya suka banyak pesanan membuat kue kering dan bolu basah yang tentunya banyak mambutuhkan telur ayam sebagai bahan baku apalagi menjelang Natal dan tahun baru,"ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X