daerah

Viral Penjelasan Tour Guide soal Sungai Air Hitam Kalimantan, Keindahan Alami Berujung Ironi Tambang

Senin, 12 Januari 2026 | 15:19 WIB
Tour guide Kalimantan menjelaskan fakta sungai air hitam yang alami, namun kini terancam pencemaran akibat aktivitas tambang emas. (Instagram.com/@orangudeny)

Ia menjelaskan bahwa jutaan daun yang gugur di hutan rawa Kalimantan setiap hari membusuk secara alami dan melepaskan zat tanin serta asam humat.

Zat inilah yang memberi warna gelap pada sungai air hitam, serupa dengan proses saat daun teh diseduh ke dalam air.

"Daun-daun itu mendarat di hutan rawa dan perlahan membusuk, sebagaimana air hujan mengalir melalui daun-daun ini," terang Deny.

Baca Juga: Pohon Tumbang di Jalan Paseh Kota Tasikmalaya Timpa Warung dan WC Umum, BPBD Pastikan Tidak Ada Korban

Untuk mempermudah pemahaman, tour guide tersebut menggunakan analogi sederhana yang langsung dipahami wisatawan.

"Baiklah jadi mari kita buat ini lebih mudah kita pahami," ucap Deny.
"Ini mirip dengan membuat teh, sehingga air sungai menjadi seperti itu," terangnya.

Menurut Deny, air sungai air hitam sejatinya sangat jernih dan tidak berlumpur. Warna gelap muncul karena air menyerap cahaya matahari, bukan memantulkannya.

Baca Juga: SMAN 11 Kota Tasikmalaya Diresmikan, Perluas Akses Pendidikan di Bungursari

Namun, Deny juga menyoroti perubahan yang kini terjadi pada sejumlah sungai air hitam di Kalimantan. Ia menyebut warna sungai di beberapa lokasi tidak lagi hitam pekat, melainkan cenderung cokelat akibat dugaan pencemaran.

"Kalian tahu apa hal yang paling menyedihkan tentang ini?" tanya Deny.
"Di Kalimantan banyak sungai air hitam telah berubah warna karena tambang emas," ungkapnya.

Deny menilai aktivitas tambang emas menjadi ancaman serius bagi kelestarian sungai air hitam yang terbentuk secara alami selama ratusan bahkan ribuan tahun.

Baca Juga: Jakarta Electric PLN Mobile Hentikan Jakarta Livin Mandiri dan Kuasai Puncak Klasemen Sementara Proliga 2026

Ia pun menegaskan bahwa sungai air hitam bukanlah simbol pencemaran, melainkan cerminan keseimbangan ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan.

"Jadi, lain kali, jika kalian melihat sungai air hitam di hutan hujan tropis, harap diingat, itu sebenarnya tidak kotor," tutup Deny.***

Halaman:

Tags

Terkini