KALIMANTAN, Mediapriangan.com - Penjelasan seorang tour guide mengenai fenomena sungai air hitam di Kalimantan tengah menjadi perbincangan luas di media sosial.
Unggahan tersebut menyedot perhatian publik karena mengungkap fakta ilmiah di balik warna gelap sungai air hitam yang kerap disalahartikan sebagai tanda pencemaran.
Melalui akun Instagram pribadinya @orangudeny pada Senin 12 Januari 2026, tour guide bernama Deny Priyatna membagikan pengalamannya saat mendampingi wisatawan menyusuri hutan tropis Kalimantan.
Baca Juga: Siswi SMP Persis Gandok Wakili Kota Tasikmalaya di International Model United Nations Malaysia
Dalam momen tersebut, Deny mendapat pertanyaan langsung dari seorang turis yang penasaran dengan warna sungai air hitam yang tampak gelap pekat.
"Mengapa sungainya tampak berwarna hitam?" tanya seorang turis.
Menanggapi pertanyaan itu, Deny kemudian mengunggah video terpisah untuk menjelaskan secara rinci mengenai asal-usul sungai air hitam di Kalimantan. Dalam penuturannya, Deny mengajak penonton membayangkan suasana menyusuri sungai di tengah hutan hujan tropis.
Baca Juga: Keluhan Mata Sepet, Perih, dan Lelah Saat Kerja di Depan Layar Komputer Perlu Diwaspadai
"Bayangkan kamu berada di perahu hutan di Kalimantan," terang Deny.
"Tiba-tiba perahu melambat dan memperlihatkan sungai segelap kopi atau coca-cola," imbuhnya.
Deny menegaskan bahwa sungai air hitam justru merupakan salah satu perairan paling alami. Warna gelap tersebut berasal dari proses alamiah hutan, bukan dari lumpur atau kotoran buatan manusia.
"Kamu mungkin berpikir itu kotor, tapi sebenarnya itu air paling murni di bumi," sebutnya.
Artikel Terkait
Update Dugaan Pungli Relawan Aceh di Terminal Palembang, BPTD Sumsel Ancam Tempuh Jalur Hukum
Proliga 2026, Gresik Petrokimia Dominan, Medan Falcons Kembali Tumbang di Pekan Perdana, Cek Klasemen Terbaru
Prediksi Proliga 2026, Jakarta Electric PLN Mobile Tantang Jakarta Livin Mandiri di Duel Panas Seri Pontianak
Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata, Adu Bintang Penentu Puncak Klasemen Proliga 2026 Seri Pontianak
Ketika Kebudayaan Diperdebatkan, DKKT Tasikmalaya Memilih Jalan Dialog
Diskusi Budaya dan Nobar Persib vs Persija, Komunitas Cermin Tasikmalaya Ajak Publik Memaknai Sepak Bola Lebih Dalam